Showing posts with label cooking mom. Show all posts
Showing posts with label cooking mom. Show all posts

Thursday, December 17, 2015

[Cooking Mom] Memaksimalkan Sisa Bahan Di Kulkas : Tumis Pedas Tauco Telor Tahu


Hasil Akhir Dari Tumis Pedas Tauco Tahu Telur


Masakan ini dibuat, mengandalkan sisa bahan di kulkas, serta kesukaanku pada telor ceplok (telur mata sapi dan tauco)... 

Karena hari Minggu ini nggak ke mana-mana, itu artinya aku harus masak sesuatu untuk lauk makan siang dan malam suami, selain sayur kesukaannya (aku membuat tumis buncis, tapi tanpa kornet seperti resep sebelumnya)

Maka, kubuka kulkas, dan kutemukan beberapa bahan yang bisa kubuat tumis tauco yang rada pedas, dicampur tahu dan telor ceplok. 

Berikut bahan yang dibutuhkan :

- Telur ayam 4 butir (boleh 2 sampai 6 butir, tergantung keinginan atau jumlah anggota keluarga yang ikut makan). Jangan lupa digoreng dulu menjadi telur mata sapi.

Bahan yang ada di kulkas saat masak

- Cabe (boleh cabe merah, cabe hijau, cabe rawit, tergantung tingkat kepedasan yang diharapkan). Ada yang diiris, ada juga sisa sambal goreng sebelumnya. Ini kucampurkan biar pedasnya menggigit. 
- Bawang merah, putih dan jika suka dipake juga bawang bombay. ini selera. Jika suka bisa pake banyak bawang..:) 
- Tahu sesuka hati. Karena ini kan tergantung sisa tahu di kulkas.... hehehe. Jangan lupa digoreng. Tapi jika tak suka, bisa juga tanpa perlu digoreng. 
- Tauco. Nah kalau ini made in medan nih. Aku suka banget tauco medan soalnya. Enak. 

Tauco Medan... is numero uno..:) 

- Sedikit minyak goreng untuk menumisnya, dan air untuk memberi kuahnya. 
- Tak perlu garam, tapi kalau suka pake penyedap rasa, beri setengah bungkus saja. 

Langkah memasak : 

1. Masukkan sedikit minyak ke wajan, lalu masukkan bawang dan cabe yang telah diiris. 

Bahan dasar tumisan. 

2. Tumis bawang terlebih dahulu, sampai harum. Baru kemudian masukkan irisan cabe. (aku juga menggunakan sisa sambal goreng di kulkas. ini bukan bumbu wajib, tapi aku lakukan, supaya tidak mubazir dan pedasnya semakin kuat)

Tumis sampai harum

3. Kemudian masukkan tauco. Aku memasukkan hanya 2 sendok makan saja. Karena rasanya asin banget. 

4. Lalu tumis sebentar. Kemudian masukkan air sekitar 1,5 gelas ukuran sedang. 

Air ini menjadi kuah yang mantap pedasnya..:) 

5. Biarkan mendidih dan wangi. Masukkan penyedap. 

6. Baru masukkan telur mata sapinya. Bolak balik masakan secara pelan beberapa menit. 

Masukkan telur mata sapinya 

7. Masaknya tidak lama. Matikan api. Lalu sajikan...:) 


* Untuk 4 porsi...:) 
















Thursday, April 30, 2015

[Cooking Mom] Setelah 16 Tahun Meragu. Berhasil Bikin Gulai Aceh Ala Mami Mertua.


Menjadi istri seorang berdarah Aceh dan Batak, tentu membuatku harus belajar mengenal banyak makanan di utara Sumatera tersebut. Biasanya juga masak yang pindang-pindangan atau tumis-tumisan sederhana saja, namun setelah menikah, aku dikenalkan lagi dengan varian jenis makanan yang rada rumit masaknya, seperti sayur ubi tumbuk khas medan dan tentu saja gulai Aceh kesukaan suami tercinta. 

Sebetulnya, resep gulai Aceh ini pernah didiktekan mertua, bahkan pernah diajari  satu kali cara memasaknya waktu pulang kampung ke Belawan. Tapi, justru setelah melihat catatan dan cara memasaknya yang menurutku saat itu luar biasa ribet, aku jadi keder untuk belajar membuatnya. Bukan apa-apa, aku kenal bumbu dapur aja setelah 2 tahun menikah. Lah ini, dikenalkan dengan masakan dengan berjibun rempah di dalamnya, serta proses masak yang harus digiling (waktu itu mertua tidak merekomendasikan menggunakan blender...harus digiling tangan. Ampun deh...aku nyerah banget kalau udah lihat gilingan batu gede milik keluarga besar suami). hehehe

Beberapa kali (alm) Mami mertua menyarankan aku memasak gule aceh, karena memang ini makanan kesukaan suami banget. Tapi kupikir, ada mami ini. Dan saat Mami mertua berpulang ke rahmatullah, aku masih berpikir.. ah masih ada adek ipar ini. Kebetulan, Nancy, adek suami ini jago masak, dan rasa masakannya tidak beda jauh dari buatan (alm) mami mertua. 

Tapi setelah 2 tahun kepergian (alm) mami mertua, dan rasa malu, karena minta tolong adik ipar bikin gulai aceh melulu, akhirnya aku nekad ingin mencoba.

Beberapa bulan yang lalu, aku minta adik iparku, Nancy, menuliskan resep gule aceh ala Mami mertua. dan kemarin, aku coba memasaknya dengan diniatkan betul. Sebelumnya aku mendapat kiriman asam sunti dari Papi mertua di Belawan, kemudian kupastikan semua bumbu dan ikan sudah siap. Aku paling gak bisa masak, kalau baru mulai, harus nyari-nyari bumbunya dulu.

Maka kusiapkan waktu 2 jam, khusus untuk mengumpulkan bahan, memotong dan menggiling, hingga memasaknya. Waktu yang relatif banyak buatku, karena sebetulnya aku lebih memilih 2 jam itu untuk menulis depan komputer, ketimbang nongkrong cantik di depan kompor... Tapi demi suami tercintahhh *tsaah :D 

Baiklah, berikut ini langkah-langkah membuat Gule Aceh ala Mami mertua. Menurut suamiku, bisa saja rasa dan kondisi gule berbeda-beda. Tergantung versi yang masak. Sementara indikator enak atau tidak enaknya, terletak dari apakah dimakan habis dan nambah gak suamiku jika menyicipinya. *Alhamdulillah, pulang kantor, suami makan pake lauk ini, gak komentar banyak, hanya makan sampai habis dan nambah lagi saudara-saudara! aku gak perlu pujian deh hehehe.. Suami makan dengan lahap dan nambah aja, sudah senang banget... 

Hemmm.. kembali ke persiapan memasak ya..

Siapkan dulu bahan-bahan berikut ini : *semua ini berdasarkan catatan adik iparku. ada beberapa bagian yang kutambahkan menurut versiku. Jadi mungkin teman-teman yang mau nyoba di rumah, bisa disesuaikan saja jumlahnya, yang penting semua bahan ada. 


Ini tulisan tangan adik iparku.
Ilmu masak mami mertua, emang banyak turun ke dia


 1. Siapkan 1 kg ikan tongkol. potong sesuai selera. Aku menggunakan ikan tongkol, karena ikan ini banyak dagingnya, tidak mudah hancur saat dimasak dan karena emang ikan kesukaan suami. Siapkan 2-3 jeruk nipis untuk dibalur ke ikannya yaaa..:) 

2. 1 ons cabe merah. Kemaren aku hanya punya cabe satu genggam. nggak ngukur berapa beratnya. Pastikan juga ada cabe rawit untuk diceburkan nanti (saya suka pedas soalnya). 

3. 1 genggam bawang merah.

4. 1 siung bawang putih. (kemaren aku pake 2 siung, karena aku suka bawang putih)

5. 1 ruas jahe

6. 1 ruas lengkuas (laos) *kemaren dapat seuprit di dapurku :D 

7. 1 telunjuk kecil kunyit

8. 4 (empat) lembar daun kunyit ukuran kecil, atau kalau suka bisa lebih banyak, atau jika tak suka, bisa selembar daun kunyit saja. 

9. 4 (empat) sendok makan ketumbar (lah kemaren ternyata aku kurang nih ketumbarnya, hanya 2 sendok makan... salah baca resep ini ternyata...hehehe ketahuannya pas nulis lagi resep ini..) 

10. 1 jepit jintan kasar (aku kemaren ukuran ujung sendok makan, jadi seujung kecil)

11. 1 jepit jintan halus

12. 4 (empat) buah cengkeh (bisa lebih bisa kurang, tapi harus ada)

13. 1 genggam kecil asam sunti (ini mempengaruhi asam manis kuahnya. dan asam sunti ini adalah hasil pengawetan atas asam belimbing wuluh. kemaren aku minta dikirimin oleh Papi mertua)


Inilah penampakan bumbu-bumbu dan bahan tersebut sebelum diolah
Aku biasanya kalau masak, memang harus dibuat seperti ini, kalau nggak, suka lupa urutan masaknya
*cooking mom jadi2an hehehe



Selanjutnya, kita giling (blender) 3 bagian. 

Bagian pertama 4 sdm ketumbar, jintan halus dan kasar. ketiga bahan ini diblender sampai halus. kemaren karena blenderku kurang bagus, aku harus menggiling dengan tangan bahan ini. karena gak kegiling sama mesin blenderku. lalu letakkan dalam wadah sendiri. 

Bagian kedua, bawang merah, bawang putih dan cabe. digiling sampe halus. Oh iya, pastikan ada bawang merah beberapa siung yang diiris, dan cabe rawit yang disiapkan untuk diceburkan tanpa digiling ke kuah gulai nantinya. sisihkan dalam satu wadah. 

Bagian ketiga, asam sunti yang digiling halus juga. tentunya selama menggiling, tambahkan sejumlah air, agar mudah menggilingnya. Lalu sisihkan

*singkatnya, semua bumbu dihaluskan kecuali daun kunyit dan cengkeh. 

Kemudian, khusus ikan tongkol, setelah dibalur jeruk nipis 2-3 butir, selama 2-3 kali. Jadi kalau lihat Mami mertua itu, kalau mau masak ikan tongkol untuk gulai aceh ini, selalu direndamnya dengan sedikit air jeruk nipis ini sebentar. Lalu dicucinya sedikit, kemudian dibalurin lagi dengan air jeruk nipis yang baru. Lalu endapkan. Jadi mengendapkan ikan tongkol dengan air jeruk nipis ini lebih baik dilakukan di awal, sebelum melakukan penggilingan dan pengirisan bumbu.

Kata alm. Mami mertua, itu untuk mengurangi aroma amis ikan tongkol. Saya ikuti caranya...:)

Agak kabur gambarnya.
Ini penampakan bahan2nya setelah diblender dan dihaluskan


Langkah selanjutnya :

Masukkan minyak sayur untuk menumis, secukupnya saja, kalau kita menggunakan kuali dengan pelapis teplon, gak perlu terlalu banyak minyaknya. Tumis bawang merah yang sudah diiris sedikit. Tumis hingga wangi. 

Tips dari ibuku sendiri, kalau menumis bawang, kalau sudah aromanya wangi
merebak kemana-mana, itu artinya siap dimasukkan bahan masakan yang lain. :) 


Setelah wangi, masukkan semua bumbu yang sudah digiling satu persatu. Pastikan semuanya sudah masuk, lalu tumis terus sampai aromanya merebak dan mewangi. 
Sekitar 2-3 menit dengan api sedang, kayaknya aroma khas rempah akan menyeruak memenuhi wilayah dapur kita...:)
ini campurang semua bahan


Jika sudah wangi, baru masukkan satu persatu ikan tongkol. Pastikan biji jeruk nipisnya gak ikut masuk.  Kadang, kalau khilaf, terus ada biji jeruk nipis masuk dan kegigit, langsung pahit dan bikin gak enak makan gulai ini lagi...

Tumis terus ikan tongkol dalam keseluruhan bahan yang ditumis. Jangan lupa masukkan air secukupnya *suamiku senang banyak kuah gulainya. kemudian juga garam sesuai tingkat kesukaan asinnya. Lalu aduk perlahan. 


Penampakan ikan tongkol yang kubeli di pasmod BSD :) 

Setelah itu, masukkan bumbu sisanya, yakni daun kunyit, cabe rawit atau cabe merah yang dibagi 2 *dipotek dua kalau istilahku, juga cengkeh. 
Aduk kembali dengan perlahan. 

Penampakan caber rawit dan daun kunyit bikin nambah selera ya? :) 

Untuk memastikan tongkolnya sudah masak dengan sempurna, perkiraan waktu menurut Nancy, sekitar 15 - 20 menit. Aku memilih 20 menit, karena daging ikan tongkolnya agak besar. Aku khawatir tidak matang sampai ke dalam, jika kurang lama. Tapi ini soal selera juga sih. Yang pasti, tips dari si adik ipar sih, jika sudah dirasa tidak ada bau kunyit lagi, sudah boleh diangkat dan siap untuk dihidangkan....

Hemmm.. Delicious kan ya? :)
 

Penampakan Gulai Aceh perdana buataku, setelah berpuluh-puluh menit berjibaku di dapur.
Mudah-mudahan akan sering bikinnya. Selama ada bahannya :) 

Nah, selama aku masak, apa yang terjadi dengan rumahku? Ke mana anak-anakku berada? Hehehe..Setelah selesai masak, dan membersihkan dapur, baru aku perhatikan. Rumahku yang sudah kayak kapal pecah, makin pecah berkeping-keping. *mulai lebai...hehehe

Bantal guling dan mainan bantal2an, semua ditumpuk oleh Aam dan dijadikan "sarang" barunya. Kemudian, mainan number dan puzzle yang kusembunyikan, berhasil ditemukannya dan tersebar indah di atas lantai..:)
Terakhir, Kak Billa dan Aam membajak komputerku. Untung beberapa tulisan sudah kusave. Dan itu artinya, hingga malam menjelang nanti, aku tidak bisa menggunakan komputer tersebut. 



bantal jadi sarang aam 
Puzzle number bertebaran di mana-mana 


Demikianlah kisah ini dibuat, dengan segenap rasa suka cita..:)

Semoga resep masakan ini bisa terus kubuat dan suatu hari bisa kuturunkan pada Billa. Gimanapun juga, ini adalah resep kesukaan ayah mereka dan juga resep keluarga besar ayahnya. 


Btw,...

Selamat mencoba teman-teman sekalian..:) 



Abaikan kondisi rumah yang sudah kayak kapal pecah
Moment lagi rukun begini selalu bikin aku gak jadi marah
meski rumah sudah hancur lebur..:)

*Pamulang, 30 April 2015

Wednesday, December 24, 2014

[Cooking Mom] Sayur Daun Ubi Tumbuk Yang Menggoda Selera



Hasil percobaan masak daun ubi tumbukku yang ke 3.


Sepertinya, kalau ada request suami, atau bahan di dalam kulkas, aku mau juga ngendon di dapur. Berlama-lama membuat bumbu dan masak. Meski kadang ujung-ujungnya aku malah gak ikut makan, atau makan sedikit. Karena udah "kenyang" akibat masak...

Kemaren, aku beli daun singkong. Kebetulan dapat bunga kincung (bunga kantan atau bunga kecombrang) di warung sayur dekat rumah. Suami juga request bikin sayur ubi tumbuk, dan adik ipar dengan sukarela menghibahkan resep keluarga ala (alm) Mami mertua via bbm :) 

Maka aku coba memasak sayur ubi tumbuk. 

Percobaan pertama, beberapa minggu lalu. Aku memblender daun singkongnya, dan hasilnya. Sayur BUBUR daun ubi :) ... Alhamdulillah, meski bentuknya nggak keruan, rasanya gak jelas, suami tetap makan dengan lahap dan meminta digorengkan sekeping kecil (ah bahasanya) ikan asin. 

To tell the truth, aku nyaris give up nih nyoba lagi. Tapi suami bilang,..."Ini nih jeleknya Bunda. Kalau udah gagal sekali, langsung gak mau nyoba lagi." Eh... aku bete donk dibilangin gitu..hihihi. 

Baiklah... kusingsingkan lengan. Aku coba sekali lagi. 

Percobaan kedua, aku tumbuk daun singkongnya. Kugunakan ulekan sambel dari batu. Lumayan lebih bagus bentuknya daripada diblender. Bumbu-bumbu kusiapkan. Lalu kucoba lagi. 

Menurut suami, much better. Meski masih kurang kental dan kurang wangi bunga kincungnya. 

Hemmm, mungkin karena aku hanya pakai 1 pucuk bunga kincung. Baiklah...:) 

Kali ini aku coba lagi. Kutambah bunga kincungnya, santannya juga dan jumlah daun singkongnya juga lebih banyak. 

So far, kata suami tadi, sudah mendekati. Meski kurang asin. (Nah bagian kurang asin ini, sengaja kulakukan, karena suami request ikan asin belado. Bahaya kalau terlalu asin. :D)

Baiklah... 

Berikut resep Sayur Daun Ubi Tumbuk (pengantarnya panjang amat yaa...hehehe) 

1. Daun singkong (daun ubi, pucuk parancih, whatever the name is...) 1-2 ikat (tergantung sukanya aja. Kalau 2 ikat, berarti pengaruh ke bumbu ya?

2. Santan. Aku menggunakan 2 kotak ukuran biasa Santan Kara. Jadi kalau pakai santan kelapa asli kurang lebih setengah panci ukuran sedang ya? (jika daun singkongnya 2 ikat sedang). Pokoke kental deh!

3. Bawang merah 7 butir (tergantung selera)

4. Cabe merah 7 buah (aku sih lebih dan kadang campur cabe rawit merah beberapa biji, tergantung harga cabe...hihihi)

5. Bunga Kincung/Kantan/Kecombrang 2 pucuk bunga. 

6. Jahe, Laos (Lengkuas), Kunyit (masing2 seukuran jempol, kecuali kunyit, gak perlu terlalu besar)

7. Daun serai 2 buah. (Disimpul)


Penampakan Bunga Kincung
pinjem gambar dari sini 


Cara membuatnya. 

Pertama, daun singkong dipilih daunnya yang muda, cuci lalu tumbuk (pukul-pukul hingga pecah-pecah sebesar ujung kuku). Sisihkan dalam piring. Oh iya, daun singkongnya gak perlu direbut dulu. Jadi kita berasa kayak main masak2an nih. Daun singkong mentah yang sudah dicuci, langsung ditumbuk/dipukul. 

Kedua, bawang, jahe, laos, kunyit dan cabe diblender sampe halus. (Jika senang digiling/diulek halus, jauh lebih enak tentunya). 

Bunga kincung 2 pucuk diiris tipis (wanginya akan semerbak mengundang ketika diiris) 

Jika sudah siap semuanya, masukkan secara bersamaan. 

Jadi panci berisi santan, bunga kincung yang sudah diiris, bumbu yang sudah digiling dan daun ubi yang sudah ditumbuk dicampur jadi satu. Jangan lupa masukkan daun serai. Letakkan di atas api ukuran sedang, dan aduk perlahan, hingga rata. 

Kurang lebih 15-20 menitan deh ngaduknya. Gunakan api kecil, agar santan tidak pecah.  Jangan lupa masukkan garam sesuai selera. 

Selesai deh! :)


Sekedar informasi, rasa kuah sayur akan agak getir, tapi aromanya mengundang, serta warna atau penampakannya akan sedap dipandang. Makan sayur ini harap dibarengi dengan ikan asin dan sambal, atau belado ikan asin, atau belado cabe hijau cumi asin.

Ada juga yang bareng teri kacang belado, atau sambal dan dadar telor irisan cabe rawit. 

Pokoknya harus ada temannya. Kalau hanya sayurnya aja sih, mungkin akan aneh rasanya di lidah. 

Ada sebagian penduduk daerah Sumatera yang menambahkan ikan teri, atau ikan asep ke dalam sayuran ini. Aku belum pernah nyoba. 

Resep ini adalah resep yang rutin digunakan ibu mertua, dan diturunkan ke anak-anaknya. Akhirnya setelah menikah 15 tahun, aku berhasil juga membuatnya. Alhamdulillah suami suka dan gak pernah komplain sama sekali. Setiap aku masak, pasti dihabiskannya, meski harus 2-3 hari berturut-turut pake sayur ini aja...hihihi

Selamat mencoba ya....:) 



Sunday, June 15, 2014

(Cooking Mom) Masak Tumisan, Pakai Ilmu Kepepet.

    Memasak bukanlah pekerjaan rumah tangga yg kusuka. Sering kali, kuhindari. Entah dengan membeli lauk matang, makan di luar rumah, nyuruh ART, atau kalau pas Mama nginep, ngarepin Mama yg masak. Secara, Mama jg jago masak. :-D
    Ada kalanya, aku akhirnya turun ke dapur juga. Bisa karena request suami (dan ini jarang terjadi :-D ) atau karena kepepet atau kangen masakan mama atau masakan sendiri.
     Dari sedikit masakan yg aku bisa kuolah, masakan dengan cara ditumis atau tumisanlah yg paling gape kubuat.
    Berikut, dua resep tumisan sederhana ala koe :-).
    Yang satu namanya "tumis buncis dengan kornet" yang aku temukan 17 th lalu waktu Kuliah Kerja Nyata di dusun Mangunjaya. Itu pertama Kali aku bener2 masak. :-D
    Kemudian, satunya "tumis campur-campur ala mama" yg menjadi salah satu masakan favoritku.

Tumis buncis dengan kornet.

Tumis buncis dengan kornet

Bahan :

- 1 kaleng kornet ukuran kecil.
- segenggam buncis, mungkin kurang dr seperempat kilo ya? Potong miring ukuran 2 cm.
- bawang merah 3 suing
- bawang putih 1 siung
- bawang Bombay sepertiga yg Ukuran besar atau 1 Ukuran kecil. Semua bawang iris tipis.
- minyak goreng 2 sdm
- garam secukupnya.
- jika suka cabe, bisa juga diirisin 5 by cabe merah, atau rawit merah jika suka pedas.
- air setengah gelas.

Cara masak :

- minyak dibuat sampai panas sedang, masukkan bawang, tumis sampai harum. Masukkan cabe.
- kemudian masukkan daging kornet, tumis sebentar, lalu masukkan air setengah gelas. Tumis sekitar 2 menit, baru masukkan buncis.
- jika suka buncis yg warnanya hijau, sebentar saja numisnya. Tapi jika suka yg agak layu, bisa dilamain sedikit numisnya.
- jangan lupa kasih garam sesuai selera.
- jadi deh!

Tumisan campur-campur ala mama.

Tumis campur-campur ala resep mama 


Bahan :

- Tempe, potong dadu kecil
- Tahu potong dadu.
- sawi hijau yg kecil (bisa ganti baby corn atau jamur putih) Dipotong 2 - 3 bagian
- ikan cuwek ( bisa diganti bakso, hati ayam atau sosia), disuwir2.
- bawang merah 5 siung
- bawang putih 3 buah
- bawang Bombay 1/2 Ukuran besar. Semua bawang diiris tipis.
- cabe rawit 15 Biji, diris
- cabe marah 10 buah diiris tipis.
- Tomat cherry 5 buah Dipotong kecil, atau tomat biasa potong2 Ukuran kecil. 
- air, garam dan penyedap rasa secukupnya

Cara memasak :

- masukkan minyak 3 sdm, lalu tumus bawang sampai harum. Lalu masukkan cabe Dan tomat, tumis lagi. 
- masukkan ikan cuwek, aduk perlahan, lalu masukkan air sesuai selera. 
- baru kemudian masukkan Tempe tahu ( jika tak suka dlm kondisi mentah, tempe tahunya bisa digoreng sekali lewat agar hilang aroma mentahnya.  
- terakhir masukkan sawi. Aduk dan tumis sebentar. Beri garam dan penyedap rasa. 

***

Sekedar info : 

Kedua masakan ini dimasak hanya dlm waktu 10 menit. 
Yang lama itu motong2 bahannya, bisa. 15 sampai 20 menit.
Jangan lupa selalu dicicip ya. Biar pas asinnya. :-D
Selamat  mencoba...





<3<3<3


Sunday, May 04, 2014

(Cooking Mom) Perkedel sederhana ala Bunda

Masak bukan hal yg menjadi idamanku, ketika bercita-cita jadi ibu rumah tangga.
Namun, memasak tak bisa dihindari, terurama saat mertua berkeras menantunya harus pintar masak (hihihi.... ) atau saat anak-anak menginginkan Ibunya yg masak.
Baiklah, berangkat dari kondisi seadanya bahan di dapur, plus kemampuan masak yg munim, maka hari ini aku mencoba masak "perkedel sederhana ala Bunda".
Bahannya :
- 2 butir telur ayam
- 2 genggam makaroni warna warni (jangan lupa direbus dulu)
- daging kornet kaleng kecil
- sedikit garam
- minyak goreng secukupnya
Cara masaknya :
Masukkan dan kocok 2 butir telur. Lalu campur perlahan dengan kornet hingga rata, beri garam. (penyedap rasa sedikit jika suka). Lalu masukkan dan aduk perlahan makaroni yg sudah direbus dan disaring.
Setelah rata, siap digoreng.
Masukkan per 1 sendok adonan ke dalam kuali isi minyak panas.
Goreng beberapa saat, hingga sedikit kekuningan.
Angkat dan sajikan .
Bahan diatas untuk 10 buah perkedel.
Makaroni bisa diganti mie rebus atau tahu atau tempe. Tergantung selera. Bisa juga wortel atau sayuran yg disukai anak2.
Selamat mencoba. Semoga cocok masakannya.

Sunday, October 20, 2013

[Cooking Mom] Menyeimbangkan Hidup Dengan Memasak? :)

Menu 20 Oktober 2013


Tak suka masak?

Yup! Aku ibu rumah tangga yang tak suka masak. Meskipun harus belajar masak, dan pernah bertahun-tahun menjalani fase memasak itu "wajib".

Ketika dunia menulis kurambah, langsung dunia masak-masakan, semakin jauh dariku. Kalau tidak penting atau request suami, atau keinginan diri sendiri, aku nyaris tak masak.

Lalu, makannya gimana?

Ya, kadang beli jadi, kadang dapat kiriman dari adik ipar (dulu ibu mertua yang rajin kirim masakan untuk suamiku :)) dan kadang ya masak seadanya, atau meminta tolong pembantu (yg pulang hari), untuk bantuin masak beberapa jenis, dengan panduan resep dariku.

Tapi, hari ini, aku memilih untuk memasak. Entah abis kesambet apaan, tapi yang terpikir tadi subuh adalah, bagaimana caranya memasak daging kurban yang tak banyak, tapi lumayan tersimpan di 4 tempat di freezer.

Pilihan pertama adalah membuat sop daging, karena Kak Billa suka sop daging. Pilihan berikutnya nyoba teriyaki daging, nyontek resep dari temen, dan juga ngecek ke internet. (sama dengan sop daging, kali ini aku pilih nyontek resep, karena selama ini bikin "sop-sopan" dengan bumbu bawang doank).

Pilihan selanjutnya adalah tumis kangkung, karena kebetulan kemaren beli sayur kangkung.

Beruntung, tadi tukang sayur yang pake motor, lewat. Pas aku sedang membuka gembok pagar. Jadi bisa belanja bumbu dan sayur yang kurang.

Mulailah kegiatan memasak jam 10an. Mumpung anak-anak masih tidur.

What? Masih tidur?
Yup... aku bukan ibu yang disiplin, jika hari libur, anak-anak cenderung bangun siang, kecuali ada niat mau jalan-jalan atau gimana-gimana. Kalau nggak, mereka kubiarkan tidur selama mereka mau, jadinya bangun nanti nyaman gak pake nangis, karena merasa kurang tidur.

Lanjut ya ceritanya...:)

Akhirnya, aku googling resep masakan di sini tabloid nova  untuk teriyaki dan untuk sop daging, aku googling di tempat lain, tapi aku lupa di link mana. Sementara untuk resep tumis kangkung, aku ingat-ingat sedikit resep ala Mama.

Berikut tahapan masaknya :

Pertama, aku tarok dulu contekan kertas kecil dekat bumbu-bumbu. Lalu kumulai mengupas bawang, wortel, kentang, dan lainnya.

Untuk masakan pertama, aku fokus pada Sop Daging  

Sebelum mulai masak, daging tetelan sudah kurebut dengan daun salam, daun jeruk dan serai sampe empuk. (ini tips dari adik ipar, yang pinter masak)

Lalu, aku siapkan 3 wortel dan 1 kentang, potong2, lalu 1 tomat, potong 4. Daun bawang secukupnya, daun seledri secukupnya. 1 butir pala (haluskan), 1 sdt garam (aku juga pake bumbu penyedap rasa daging sapi), 1/2 sdt merica bubuk, 1 sdm mentega, 5 bawang merah iris tipis-tipis, dan 4 bawang putih yang dihaluskan (bukan diiris). Lalu air secukupnya.

Daging yang sudah empuk, kupotong dadu, kuah kaldunya kelak kupakai untuk tambahan air.

Baru siapkan panci, masukkan mentega, tumis bawang putih, bawang merah di dalamnya, lalu setelah harus, masukkan daging, tumis beberapa saat, baru masukkan daging. Rebus sekitar setengah jam lebih, (40 menitan), baru masukkan sayur (kentang dan wortel). Rebus kembali dengan api kecil (sedang). Lalu masukkan garam, pala yang sudah dihaluskan, merica dan penyedap rasa (tanpa ini juga bisa kog..:) aku aja yang suka gak pede kalau gak pake ini).

Setelah dicicip, rasanya pas. Baru masukkan daun bawang, daun seledri dan tomat. Baru matikan kompor.

In sha Allah, rasanya lumayan. Tadi dimakan si Kakak Billa (yang sangat picky eater), dihabiskannya satu piring. Meskipun tidak request nambah sih (berarti tidak masuk level Lezat Sekali - kalau masuk level ini, si Kakak minta nambah nasinya...hihihi).

Lanjut, ke resep kedua.

Teriyaki Daging.

Untuk resep ini, aku sesuaikan dengan yang ada di dapur saja.

Daging yang ada kuiris tipis-tipis. Lalu jahe setelunjuk kuiris tipis-tipis juga. 4 siung bawang putih, juga diiris. bawang bombay 1 buah, iris tipis-tipis juga. Berhubung tak ada kecap asin, aku hanya menggunakan saus tiram, saus teriyaki dan sediki kecap manis. 2 sdt madu (ini juga ambil yang sachetan, karena itu yang ada di dapur). Lalu 1/2 sdt lada (ini ukurannya gak pas, aku tabur aja, karena aku suka pedas). Daun bawang iris tipis-tipis juga/

Semua itu kucampur jadi satu. (Oh iya, dagingnya sendiri kurebus dulu ya... gak sanggup kalau gak direbus dulu, gigi sudah tak kuat. Jenis dagingnya juga sembarang nih, yang ada di kulkas aja).

Jadi setelah semua dicampur jadi satu dalam wadah, kumasukkan minyak sayur secukupnya, harusnya pake minyak wijen juga, tapi aku gak punya, jadi ya cuwek aja...:)

Setelah semua dicampur, biarkan beberapa saat. (Nah sambil menunggu meresap semua bumbu tersebut ke daging, aku mengerjakan persiapan untuk kangkung tumis..:))

Sekitar 15 menit kemudian, aku siapkan kuali anti lengket. Lalu dimasak deh!

Berhubung tak punya paprika, (dan aku tak suka paprika), aku gunakan cabe rawit dan cabe merah. Oseng-oseng sebentar... sektiar 10 menit, hingga daging meresap dan lumayan lembut untuk digigit, angkat deh!

Berikutnya,

Tumis Kangkung kuah asam pedas manis. 

Nah,  kalau ini, adalah tumisan berdasarkan bumbu yang ada di kulkas.
Jadi, aku melihat ada cabai bawang yang sudah diblender (sisa bumbu bikin belado dendeng kemaren, yang sengaja kusisihkan sedikit).
Lalu kutumis dengan sedikit minyak, cabai bawang tersebut, kumasukkan teri medan sedikit, dan kuberikan air asam jawa sekitar 5 sdm. Lalu kumasukkan kangkung, dan tumis deh!

Tak lupa kuberi garam, dan sedikit penyedap rasa. Rasanya campur aduk, pedas, asam, dan sedikit manis, karena kumasukkan gula sedikit, dan asinnya datang dari teri medan.

In sha Allah sedap. Dan ternyata pas sekali dimakan bareng dengan teriyaki daging...hihihi

Kalau untuk dendeng belado, aku hanya memanfaatkan dendeng kering kiriman tante dari Padang, lalu kugoreng. dan kucampur dengan cabai bawang yang diblender (enaknya dihancurkan pake penggiling cabai), dan kuberi ketumbar halus 2 sendok makan. Gitu aja, tak begitu istimewa dan agak keras ternyata, karena aku salah cara goreng dendeng keringnya...

Demikian, cerita hari ini. Saking jarangnya masak, sampe diupload dan diposting di blog deh...:P