Showing posts with label catatanramadan. Show all posts
Showing posts with label catatanramadan. Show all posts

Wednesday, July 08, 2015

[Kreatifitas] Membuat Telur Hias Berbentuk Kelinci

Persiapan Melukis dan Membuat Kelinci dari Kulit Telur



Assalamualaikum... :)

Kak Billa dan Bundanya kembali berkreatifitas nih..

Ini sebetulnya sudah dilakukan Kak Billa seminggu lalu, tapi Bundanya baru sempat menguploadnya di blog.

Kali ini, Kak Billa tertarik untuk memanfaatkan sisa kulit telur dan mencoba mewarnai kulit telur tersebut menjadi sesuatu.

Idenya tentu mengambil dari buku 365 Kreasi Seru. Namun seperti biasa, kreatifitas yang muncul di sepanjang pembuatan, aku biarkan, karena pada akhirnya, proses dan kesenangan hati si anak yang menjadi tujuan utama.

Langkah-langkah membuat telur hias
Di lapangan, ternyata butuh kesabaran tingkat tinggi mengerjakannya 
Berikut bahan- bahan yang dibutuhkan :

1. Kulit telur. (Jadi saat orang tua memasak sesuatu menggunakan telur, pecahkan telur dengan hati-hati. Sehingga kulit telur tidak terlalu rusak. Lalu cuci perlahan kulitnya dan jemur atau biarkan kering).
2. Kertas tisue (kertas krep)
3. Lem putih (aku menggunakan Lem Fox)
4. Kuas untuk lem dan kuas untuk mengecat
5. Cat air (upayakan menggunakan yang non toxid atau chidren friendly).
6. Kertas Origami


Adapun tahapan membuatnya :

1. Pastikan anak kita dalam kondisi fun. Karena ternyata membuat telur hias ini membutuhkan waktu ekstra lama juga. Aku pribadi nggak mengira jika pembuatannya butuh waktu, karena harus mengeringkan telur yang disatukan kembali. Karenanya, ada beberapa bagian, aku sebagai ibunya, harus turun tangan membantu menyatukan kulit telur tersebut.

2. Baiklah, sekarang kita mulai tahap membuatnya ya... Pilih kulit telur yang berpasangan. Dari awal pengeringan kulit telur, diharapkan kita sudah tahu pasangan dari kulit telur tersebut. Agar tidak sulit menyatukan dua kulit telur yang sudah terbelah tersebut.

3. Beri lem bagian yang terbelah. Gunakan kuas dan lakukan dengan hati-hati. Lalu satukan kedua cangkang telur tersebut.


Kak Billa konsentrasi memberi lem pada sisi luar cangkang telur

4. Lakukan pemberian lem itu pada kedua cangkang. Lalu tempelkan, sehingga berbentuk seperti telur utuh. Segera beri lem kembali bagian yang menyatukan keretakan cangkang. tutup dengan kertas tisue.



Bagian yang menyatu ditutup kertas tisue. 
5. Lakukan berulang. Pengeleman dan pemberian kertas tisu pada satu bagian terlebih dahulu. Jika sudah selesai satu sisi, lakuan pengeringan. Letakkan telur tersebut di dekat kipas angin, agar cepat mengering. Kak Billa memiliki dua cangkang telur yang akan dihias. Sambil menunggu cangkak telur pertama mengering, ia melakukan kegiatan dari awal untuk telur ke 2 nya.


Ini kak Billa melakukan kegiatan yang sama untuk cangkang telur ke 2

Kira-kira seperti ini hasilnya.
Ini satu sisi atau bagian terlebih dahulu yang disatukan dengan kertas tisue serta lem putih. 


6. Jika satu bagian cangkang telur yang ditutup kertas tisue sudah kering, maka lakukan kembali pemberian kertas tisu dan lem pada bagian yang belum ditutupi kertas tisue. Lalu keringkan kembali. lakukan hal yang sama terhadap cangkang telur ke 2. (Jika membuat 2 telur) 


Ini cangkang telur yang ditutupi kertas tisue pink.
sudah kering. 
7. Jika cangkang yang ditutupi kertas tisue di seluruh bagiannya sudah mengering, maka bisa mulai dilakukan pengecatan. (total menunggu waktu kering itu kisaran 10 menit. karenanya memang lebih baik membuat 2 cangkang, agar anak tidak bosan menunggu dan memiliki aktivitas selama menunggu cangkang kering). 

8. Pengecatan menggunakan cat air. Di sini, anak diharapkan menggunakan kuas jenis lain (jangan gunakan kuas yg sudah dipakai untuk mengelem cangkang telur). Biarkan anak memilih warna dasarnya. Saat ini, kreatifitas anak bisa dibebaskan.


Ini cangkang telur menggunakan kertas tisue warna pink. telah mengalami pengecatan. 

Dan ini, cangkang ke 2, telah kering.
Kak billa memilih warna hijau untuk cangkang ke 2. 

9. Di tahap ini, Kak Billa sudah tidak mengikuti petunjuk dari buku yang menjadi referensi kami. Ia memilih menggunakan idenya sendiri. Di buku tidak ada telur hias bertema kelinci. Hanya ada tema motif cat dan berbentuk monster kecil. Aku pribadi, tidak ikut campur dalam urusan menentukan tema telur hias. 

10. Berikan mata, mulut dan gunakan kertas origami untuk telinganya. Dan... walaaaah.. jadilah telur hias bertema kelinci....:)
Ini karya perdananya.
Katanya sih, itu kelinci abis makan coklat warna pink.
Jadi agak meleleh sedikit coklat dekat mulutnya
hehehe 



Dan perkenalkan...
Ini adalah Kelinci Hijau Penyuka Coklat Pink 

Dan inilah hasil akhir karya Kak Billa. 

Dua ekor kelinci berwarna hijau dan merah...:) 

Si Kelinci Hijau Penyuka Coklat Pink
dan
Si Kelinci Merah Bergigi Dua :) 


Sekedar catatan, proses pembuatannya memang butuh kesabaran dan ketelitian. Si anak harus disupport jika mengalami rasa jenuh, seperti saat mengelem, atau menunggu pengeringan. Dan pastikan, cat air yang digunakan juga mudah untuk dibersihkan. Karena kondisi lokasi pembuatan karya ini akan penuh bercak dan berantakan.

Tapi untuk sebuah stimulasi kreatifitas otak anak yang sedang masa pertumbuhana, apa sih yang gak kita kasih, sebagai orang tuanya? :)

Selamat mencoba yaaa...


*Pamulang, 8 Juli 2015
Puasa ke 21 di Ramadhan 2015.





Sunday, June 28, 2015

[Kreatifitas] Membuat Istana Dalam Kartu


Assalamualaikum.... :) 

Sekarang Kak Billa dan Bundanya kembali utak atik kertas dan perlengkapan prakarya... 

Kali ini, kita mau nyoba membuat rumah atau istana dalam kartu yang terlipat. Seperti biasa, panduannya tetap buku 365 Kreasi Seru! terbitan Tiga Ananda, halaman 55. 

Di buku ini dijelaskan cara menggunting bagian dalam kartu
serta contoh-contoh bangunan yang ingin dijadikan referensi
(perbesar gambar untuk melihat langkah2nya) 

Sebelumnya, persiapkan dulu bahan-bahannya : 

1. Kertas karton tebal
2. Kertas Origami atau kertas hias lainnya
3. Lem
4. Gunting
5. Semangat dan Ide yang dibebaskan..:D 

Adapun langkah-langkah pembuatnya : 

1. Lipat dua kertas. Lalu ambil bagian tengahnya, bentung persegi panjang. dan gunting setengah kertas tersebut. Tekan lipatan dengan kuat, lalu potong dua garis melintang dari lipatan, untuk membuat lidah keras besar. lipat lidah tersebut ke belakang, lalu ke depan. 
Kemudian buka kartu dan dorong lidah kertas ke belakang, gambar kembali dua garis di kartu, masukkan gunting ke dalam lidah dan potong di sepanjang garis yang ditunjung. Lakukan hal yang sama, sesuai keinginan, apakah mau dua atau tiga tingkat istananya. 


hasi pertama seperti ini
tidak terlalu rapi.
tapi proses mengaplikasi ide adalah tujuan utama, dengan banyak latihan,
diharapkan hasilnya bisa lebih rapi lagi. 

 2. Jika telah mendapatkan bentuk seperti di atas, kita bebas melakukan apapun atas bentuk tersebut. Bisa dengan menambahkan atap rumah, atap istana, warna-warni dan banyak lagi. Namun Kak Billa memilih hanya menjadikannya istana berwarna hitam, dengan jendela hijau dan lapangan rumput hijau. Ide membuat istana hitam dengan lapangan rumput hijau adalah murni pilihan Billa. Ia memang selalu memimpikan punya rumah dengan halaman rumput hijau yang luas.. :D

mulai meletakkan "rumputnya"
"rumputnya" mulai rapi dan luas :D 
3. Selanjutnya terserah anak anda :D
Kak Billa memilih mempunyai pohon apel dan jeruk di sekitar Istana. maka dimulailah "penanaman" ke dua pohon tersebut.  :) 

Membuat pohon di sekitar istana
4. Kak Billa juga menambahkan warna biru pada istana, sebagai wujud jendela. Kemudian adanya path atau ruang jalan serta pintu istana... 

Dan inilah hasilnya tanpa samping.
Jika dilipat, kartu ini bisa disimpan dalam buku,
Jika ingin bermain, tinggal dibuka :)_


 Dan inilah hasil karya Kak Billa. Pengerjaannya hanya sebentar. Aku sebagai ibunya hanya membantu di awal saat ia bingung menggunting kartu hingga bisa membentuk bangunan bertingkat ini.


Welcome to Billa"s Castle :)

dan Selamat Mencoba! :)





 *Pamulang. Ramadhan hari ke 10. Setelah beberapa hari vakum menulis blog :)


Saturday, June 20, 2015

[Kreatifitas] Membuat Topeng Cantik

Kali ini, prakarya yang akan dibuat Billa adalah Topeng dari kertas. Idenya dari buku 365 Kreasi Seru yang sudah kubeli beberapa minggu lalu. Sudah kuniatkan untuk digunakan selama liburan sekolah Kak Billa. 



Happy banget waktu lihat ada banyak ide prakarya yang bisa ditirunya di buku ini
Terbitan Tiga Ananda, Bisa didapat di toko buku di mal
Harganya kurang dari 100 ribu. (lupa) 

Bagian inilah yang akan diconteknya.

Dua bentuk ini yang jadi pilihan Kak Billa
Aku dimintanya membuat yang topeng kupu-kupu, dengan arahan warna dan ide darinya
Sementara Kakak Billa memilih membuat yang biru, topeng burung.
Adapun bahan-bahan yang dibutuhkan : 

1. Kertas karton yang keras. Atau bisa juga bekas kardus. 
2. Kertas manila untuk variasi warna
3. Kertas krep untuk bulu-bulunya
4. Sedotan yang agak tebal dan kuat. 
5. Gunting
6. Lem
7. Selotip.
8. Pensil untuk menggambar dasar.
9. Kacamata orang tua atau gaya, untuk menjadi dasar gambar.
10. Cutter (untuk ini digunakan oleh orang tua. karena ketika membolongi bagian matanya, agak sulit menggunakan gunting. Aku terpaksa menggunakan cutter. Kak Billa belum berani, dan mungkin belum waktunya diajari menggunakan cutter, karena agak bahaya) 

Berikut Cara Membuatnya : 

1. Buat desain kacamata, menggunakan kacamata asli atau gaya yang seukuran dengan wajah kita atau anak yang akan membuat. gunakan pinsil. 

Kak Billa menggunakan kacamata bacaku... 

2. Lalu gunting desain yang sudah dibuat. Untuk disain ini, sebetulnya bebas atau terserah kita. Kak Billa memilih mencontoh model topeng burung. 

Pastikan anak sudah terbiasa memakai gunting.
Jika belum, harap dibantu.

Inilah hasil desain dasarnya

3. Lalu gunakan desain dasar untuk membuat cover topeng. Kak Billa menggunakan 2 bagian. Keduanya sisi dalam dan luar, dipakaikannya cover berwarna hijau. 

Buat kopi dari desain dasar.
Boleh satu saja, atau 2 jika ingin rapi dua bagiannya 


Lalu gunting. 

4. Jika dua bagian dari cover topeng sudah siap, waktunya memberi lem pada desain dasar. Lalu tempelkan cover pada dua sisi desain dasar. sehingga desain dasar menjadi rapi dan warnanya sesuai selera. 

Latih anak untuk menggunakan lem dengan hemat.
Pastikan seluruh permukaan desain dasar terkena lem. 

5. Lalu buat potongan-potongan seperti bulu atau daun kecil dengan kertas krep. Pilihan warna serahkan pada anak. Kemudian tempel potongan2 kertas krep seperti bulu itu ke sekitar topeng yang sudah rapi tertutup cover. 

Kak Billa trial and error di sini
Awalnya satu persatu ia menempelkan "bulu2"nya

Akhirnya Kak Billa menemukan cara yang lebih efektif
Membiarkan anak melakukan trial and error tanpa diajari, akan melatihnya mencari solusi. 

6. Setelah selesai dengan "bulu-bulu burung" ala kertas krep. maka balik topeng, lalu tempel sedotan yang besar dan kuat, lalu rekatkan menggunakan selotip. Pastikan terekat kuat, karena sedotan ini yang akan menopang pegangan  kita pada topeng tersebut. 


Lakukan dengan teliti. Pastikan sedotan kuat dan rekat. 

7. Selesai!

Inilah hasil akhirnya..
Not bad kan? 

Aku sempat menemani Billa membuat satu topeng kupu-kupu. Permintaan warna dan desain dari Billa. Pembuatannya lebih cepat, karena tidak serumit pilihan Billa (topeng burung yang menggunakan kardus bekas). Untuk topeng kupu-kupu, aku menggunakan kertas karton berwarna yang cukup tebal. jadi tidak perlu membuat covernya. Untuk matanya, aku menggunakan cutter. dan selebihnya menghiasinya dengan kertas manila. 

Ini karya Bundanya Billa...hehehe 


Siap bikin pesta topeng deh!


Bahan yang digunakan relatif murah. Waktu pembuatan untuk anak-anak sekitar sejam lebih. Tergantung kebiasaan anak dalam urusan gunting tempel. Yang penting orang tua membiarkan si anak berkreasi, jika ada hal yang aneh, jangan langsung dikritik, karena bisa jadi menurunkan semangat berkaryanya. Puji anak dan pastikan ia puas dengan hasil karyanya. 

Selamat mencoba...:) 

*Pamulang, Puasa hari Ke 3.
Kak Billa alhamdulilah masih full puasa seharian. Meski hari ini agak mengeluh haus. Tapi tetap semangat hingga detik terakhir..:)



Friday, June 19, 2015

[Kreatifitas] Membuat "Tabel" Puasa dan Terawih Serta Ucapan Selamat Datang Ramadhan

Merasa bangga dan senang berhasil membuat sebuah prakarya
itu adalah output yang dikejar dalam sebuah kreatifitas.
Memancing perasaan percaya diri dan menyukai kemampuan diri..:) 


Kali ini, aku akan share, kegiatan Billa menghabiskan puasa hari pertamanya.

Sebelumnya aku sudah membelikan seperangkat alat prakarya untuk Billa. Seperti tahun lalu, Billa mengerjakan Prakarya "Selamat Datang Ramadhan" dan aku membantunya membuat "Tabel Puasa dan Terawih".

Bahan Yang Dibutuhkan : 

Kertas Karton
Kertas Origami
Kertas prakarya lainnya (sesuaikan saja dengan keinginan si anak)
Gunting
Lem
Spidol


Cara membuatnya : 

Pastikan anak memberikan ide. Orang tua hanya mengekskusi Ide anak. Saat ini Kak Billa menginginkan tema buku dan bintang. Maka kami berdua membuat prakarya bergambar buku dan bintang. Sisanya, biarkan anak mengeluarkan kreatifitasnya. Ibu atau Orang tua, cukup mengarahkan. Yang pasti, orang tua harus bersabar menghadapi sikap si anak. Kadang tidak rapi, rumah jadi berantakan dan lain sebagainya.

Berikut beberapa gambar yang menunjukkan tahapan karya kak Billa, dari awal, hingga selesai.

1. Siapkan ide. Gambar ide tersebut. Kak Billa punya ide membuat daun tersenyum, serta bintang tersenyum jika ia berhasil full puasa dan terawih sehari.

gunting, lem dan kertas origami dimanfaatkan 

2. Biarkan rumah berantakan. Nanti jika sudah selesai baru bereskan. Biarkan anak berkreasi dan mengimplementasikan idenya. Pada gambar ini, kak Billa memilih bintang dan buku sebagai tema tabel dan ucapan selamat datang bulan ramadhan. 

lumayan tekun gunting dan menggambar ide


 3. Siapkan juga spidol. Beri kesempatan anak untuk berkreasi. Meski hasilnya menurut kita mungkin "aneh" tapi kondisi membiarkan anak mencurahkan idenya pada karyanya, akan membuatnya tenang dan bangga.

ini adalah bintang puasa dan daun terawih.
ditempel di bintang tempat keterangan puasa, dan buku keterangan terawih 


Biarkan anak menggambar sendiri. Kita juga buat versi kita
Dengan demikian, orang tua juga tidak terlalu membebani diri agar anak harus membuat sebagus mungkin
Prosesnya yang dibutuhkan,
hasil akhir, bisa bagus, jika sering dilakukan

 4. Kegiatan berikutnya, semua yang sudah digunting, segera ditempelkan pada kertas karton yang lebih besar. Selain itu, berikan spidol untuk menggambar sejumlah ide juga di atas karyanya tersebut.

Kak Billa mulai menempel hasil guntingannya 


Sibuk menuliskan kata-kata dan gambar-gambar terkait puasa
ada kalimat Allah, nabi Muhammad, gambar mesjid dan lain sebagainya..: 

Dan inilah hasil akhir dari kegiatan Billa kemarin.
Dia mengaku kecapekan membuat satu karya ini. Itu pula yang menjadi alasan, agar aku, bundanya yang menuntaskan tabel puasa dan terawih...:) 

Ini hasil akhir karyanya.
Ditempel di depan pintu kamarnya. 

Demikianlah...

Semoga sharing prakarya Kak Billa hari ini, bisa memberi inspirasi bagi teman pembaca sekalian..:) sehingga bisa mengisi kegiatan Ramadhan dengan kegiatan yang cukup seru...:) 


Kak Billa dengan karyanya.
Di belakang Billa adalah tabel puasa dan terawih.
Aku mengerjakan sebagian besar, meski ide utama adalah dari Billa
Tabel itu bermanfaat untuk menghitung jumlah puasa yang full dan tidak
serta terawih kak Billa
Pada akhirnya, akan ada reward atas usahanya belajar puasa dan terawih ini..:) 

Thursday, June 18, 2015

[Kreatifitas] Dari Sebuah Botol Bekas Menjadi Seperangkat Alat Minum

Kesukaan Kak Billa dalam mengutak-atik benda, memang tak bisa dibendung. Matanya selalu berbinar jika melihat botol plastik bekas, kardus atau kotak kertas bekas, apalagi benda-benda untuk prakarya lainnya. 

Aku melihat kesukaannya ini muncul, sejak ia bisa menggunakan gunting dengan lancar di usianya ke 5 tahun.

Bahkan saat ia masuk ke rumah sakit, akibat bakteri menyerang pencernaannya setahun lalu, ia masih meminta seperangkat alat gambar, dan menggambarlah ia di rumah sakit. Dan juga membuat sebuah "buku" yang isinya merupakan pic book mini versi dia.

Beberapa pic booknya bahkan sudah muncul di laman www.serusetiapsaat.com dan ada profilenya di sana. 

Nah, saat liburan sekolah dan memasuki bulan puasa seperti sekarang, adalah tugasku untuk mengumpulkan beberapa keperluannya untuk berkreatifitas.

Namun, sebelum itu kulakukan, ternyata Billa sudah membuat sendiri dan menemukan ide untuk mengisi liburannya. 

Hari pertama liburan kemarin (hari Selasa tanggal 16 Juni lalu), Kak Billa meminta ijin untuk menggunakan sebuah botol bekas air mineral. Meski ayahnya sempat keberatan melihat dia terkesan "merusak" botol plastik tersebut, aku meminta ayahnya untuk bersabar atas niat si Kakak.

Aku tak tahu apa yang dikerjakannya. Yang pasti, dalam waktu kurang lebih 1-1,5 jam, ia sibuk mengutak atik botol, kertas dan beragam benda lainnya. Ruang tengah rumah kecil kami penuh "sampah". Ia dengan tekun mengerjakan kegiatannya itu. Tak lama, kak Billa menunjukkan hasilnya padaku. 

Sebuah botol plastik mineral, ia ubah menjadi sebuah teko dan 2 buah cangkir kecil. Ia juga menggunakan kardus bekas kotak shampo, dan mengubahnya menjadi sebuah kompor-komporan. 

Aku tersenyum. Bersyukur melihat kak Billa dengan kreatifitas dan idenya. In sha Allah, semoga selama liburan dan puasa tahun ini, ia semakin semangat menemukan dan berkarya melalui barang-barang bekas atau keperluan prakarya yang sudah kusiapkan dari jauh hari. 

Bismillah. 


"seperangkat alat minum"
ala Billa 


Yang ini, versi menggunakan kompor.
Tekonya bisa digunakan untuk memasak.
ayahnya menyebut ini sebagai "cerek plastik"

Bahan Prakarya : 

1 buah botol bekas air minaral
1 buah kotak bekas shampo atau sejenisnya
selotip
gunting
spidol
kertas berwarna


Cara membuatnya : 

Botol bekas dipotong menjadi empat bagian.

Bagian atas botol dan bagian bawah disatukan. lalu diselotip. gunakan kertas kardus atau kertas kotak shampo yang agak tebal. potong seukuran kecil untuk dijadikan gagang atau tempat memegang teko

untuk 2 gelasnya, diambil dari sisa botol (badan botol) dipotong dua. lalu buat bulatan kardus seukuran bawah botol. lekatkan dengan selotip. langkah yang sama juga dilakukan untuk membuat gagang cangkir.

sementara untuk kompor-komporannya, cukup dengan menambahkan sebuah gambar bentuk kompor dari atas, gunakan kertas berwarna dan spidol hitam.

Selesai!

Selamat mencoba.

*Pamulang
*Puasa Ramadhan 2015
*Tulisan Hari #1

Tuesday, August 07, 2012

[Catatan Ramadan] ASI-16 : Obat Terbaik untuk Anakku

gambar pinjem dari sini 

Hari ini aku mau cerita pengalaman pribadiku seputar penyakit “ringan” maupun kondisi kesehatan yang tak menyenangkan yang dialami oleh anak-anakku, namun dapat ditanggulangi dengan ASI sebagai pertolongan pertama.

Pertama kali aku mendengar istilah bayi dengan bilirubin tinggi atau kalau umumnya suka dibilang bayi kuning, adalah ketika Billa berusia 4 hari. Aku ingat betul, betapa khawatirnya hati ini. Namun dokter Rina, sebagai dokter anak yang menangani kelahiran Billa, membuatku akhirnya percaya, bahwa Billa dapat sehat dan tak akan mengalami masalah kesehatan yang berat, jika aku percaya diri dalam memberikan ASI.

Karakter beliau yang tegas dan smart, sangat mendukung mentalku untuk yakin, bahwa dengan supply ASI sebanyak dan sesering mungkin, maka billirubin Billa akan kembali normal.

Pengalaman ini sangat berharga, karena ketika Aam juga mengalami billirubin yang lumayan tinggi, aku tak terlalu khawatir. Secara mental aku sudah tahu apa yang harus kulakukan, sehingga secara fisik, aku tinggal berusaha untuk tidak terlalu capek, agar ASI ku mengalir cukup untuk kesehatan Aam.

Pengalaman lain yang sangat membekas di hati, adalah ketika Billa terserang muntah-muntah dan diare di usianya ke 18 bulan, dan kami berada di Guangzhou. Kala itu adalah hari ke 2, dan aku tak tahu harus berobat ke mana, dan bagaimana komunikasi dengan dokternya.

Menjelang mendapatkan penerjemah dan dokter anak, Billa mengalami suhu tubuh yang tinggi dan tiba-tiba drop, hingga lemas sekali. Aku menyusui Billa sekitar 48 jam sebelum akhirnya kuputuskan untuk ke Gawat Darurat di Klinik dekat hotel kami menginap.

Tubuh Billa menyusut, dan berkurang 2 kilo. Hanya ASI 100% yang masuk ke dalam tubuhnya. Aku tak berani memasukkan susu formula ke tubuh Billa, dan Billa selalu memuntahkan bubur saring buatanku.

Akhirnya nyaris 2 hari, Billa bertahan dengan ASI saja. Aku nyaris kehilangan daya, akal dan sempat putus asa. Menyesali kepergianku ke Guangzhou. Namun, ketika aku ingat, bahwa Billa bergantung pada ASIku, dan aku harus tenang untuk menghasilkan ASI yang cukup bagi kesehatan Billa, maka kukuatkan mentalku, kuhanya menangis dalam sholat, dan terus menerus kuberikan ASI pada Billa.

Alhamdulillah, kamipun berhasil mendapatkan penerjemah, terus menemukan dokter anak yang tepat. (sebelumnya sempat ke dokter anak di RS pemerintah, tapi aku gak percaya dengan cara memeriksanya, entahlah.)

Saat itulah, aku sangat percaya, bahwa ASI memberikan kekuatan bagi Billa untuk bertahan hingga bertemu dokter yang tepat.

Selain dua kejadian di atas, aku juga banyak mendapatkan informasi, jika bayi terserang demam, diare, batuk dan pilek, maka obat atau penolong pertamanya adalah ASI. Aku termasuk orang tua yang tidak langsung pergi ke dokter, jika bayinya mengalami demam. Biasanya kutunggu hingga 48 jam atau 72 jam, dan memantau suhu tubuh bayi, sambil terus memberikan ASI.

Waktu Billa sempat diare, aku juga menghentikan susu formula, dan kembali memberikan ASI full untuk dia, hingga dia terlihat nyaman dan mau makan bubur kembali.

Kalau Billa dan Aam selesai disuntik imunisasi, biasanya rewel ataupun tubuhnya sedikit menghangat, maka ASI lah yang menjadi penolong utamanya. Alhamdulillah…

***

Pamulang, puasa hari keeeee…. 18 ya?

Ugh ini jeleknya kalau sempat dua hari keluar dari jalur kebiasaan.. jadi gak konsisten postingnya.. huhuhu…

Sunday, August 05, 2012

[Catatan Ramadan] ASI – 15 : Nursing Room


Kalau aku sih nyebutnya ruang menyusui. 

Ada yang nyebutnya Nursery room (meski rasanya ini lebih kepada ruang perawatan bayi ya?) Sementara kalau Nursing room mirip artinya dengan Lactation room, yang artinya lebih kepada ruang private untuk ibu menyusui bayinya. 

Ruang menyusui bisa ditemui di Mal dan Rumah Sakit. Namun sejak beredarnya peraturan pemerintah yang mengharuskan perkantoran mensupport ASI eksklusif, maka sudah banyak perkantoran yang memiliki ruang menyusui (termasuk ruang untuk memerah susu, dan membersihkan bayi selesai pipis ataupun pup).

Nursing room yang paling jadi favoritku kalau ke Mal, adalah di Pondok Indah Mal 2 lantai 3, dekat dengan mushola yang terpisah laki-laki dan perempuannya. 

Kalau yang gak banget itu, nursing room yang di Citos. Gak tau sekarang ya, sejak gak nyaman dengan nursing room ya, aku memilih untuk tidak jalan2 ke sana kalau gak penting banget. 

Beberapa link terkait mengenai hal ini bisa dilihat di : 



InsyaAllah nanti di update lagi cerita ini ya.. Hari in mencuri waktu 30 menit untuk menulis ini langsung pada blog. Belum ketemu foto dan editan yang baik.

***

Pamulang, Hari puasa ke 15, baru pulang dari rapat orang tua dan guru di sekolah Kakak, sekaligus pembentukan badan koordinator kelas, sengaja melibatkan diri, soalnya kalau ada fieldtrip, hanya ortu yang aktif di Bakos, yang bisa mendampingi anaknya. Datang bersama Aam aja nih.. si Kakak jadwal kursus bahasa Inggris di Easy Reader.. :) 




Saturday, August 04, 2012

[Catatan Ramadan] ASI – 14 : ASI BASI?


Pernah gak dengar istilah ASI Basi?

Atauuuu pernah gak ketemu ama ibu-ibu yang menyusui, terus pas mau kasih ASI nya, terus bilang, “permisi mau ke kamar mandi dulu, mau buang ASI, yang awal ini ASInya basi.” ?

Aku sih belum pernah ketemu ibu yang membuat ASI dari Payudara langsung terus bilang ASInya basi, tapi kalau ibu yang membuang ASI dalam botolnya, pernah… Ya Saya sendiri.. hiks hiks.. (ini gara-gara asisten rumah tangga gak nutup freezer dengan bijak.. walhasil 10 botol ASI perahku semalaman tak terkontrol dengan baik.. dan ketika dipindahkan ke bagian bawah kulkas, aroma dan penampakannya sudah tak layak lagi deeeh... awalnya masih niat berikan ke dek Aam, tapi karena ragu dari freezer, ke kulkas bawah, lalu lewat 2 minggu, ya sutralaah, dengan airmata tertahan, aku buang seluruh ASI tersebut..:((( 

Anyway... 

Istilah ASI Basi itu aneh juga sebenarnya ya?

Ada yang bilang, ASI pertama kali keluar, namanya ASI basi, padahal itu kolostrum. *gubrak gak seeeeh? J

Ada yang bilang, kalau gak menyusui lama, misalnya harus pergi 1-2 hari dan babynya gak bisa ikutan, terus pas ketemu babynya lagi, katanya ASInya sudah basi. 
How comeeeee? Wong ASInya tertutup dan kedap udara dalam payudara ibunya… hehehe.. jelas gak basi donk… J

Jadi, kapan ASI Basi?

Yaaaa, kalau udah diperah ibunya, masuk botol dan diletakkan di luar kulkas, maupun di dalam kulkas. Naaaah.. bisa aja ntar ASInya jadi basi.

Kenapa?

Misalnya, kalau udah diperah, tarok dalam botol susu, terus gak diminum lebih dari sekian jam, nah bisa jadi nanti ASInya basi.

Oh iya, sekedar informasi, ASI perah merupakan ASI yang diambil dengan cara diperas dari payudara untuk disimpan dan nantinya diberikan pada bayi.

 ASI itu bentuknya tidak seperti susu sapi yang homogen, yang tidak terpisah lapisannya sampai kapanpun. Jika didiamkan beberapa waktu, ASI akan terpisah menjadi 2 lapisan. Lapisan atas akan terlihat lebih kental dibanding lapisan bawahna. Itu tidak berarti ASI telah basi. Cukup dikocok perlahan botol atau wadah ASI perah tersebut, hingga larutan ASI kembali membaur atau homogen kembali.

Pengalamanku  jika akan meninggalkan Aam dalam hitungan beberapa jam, biasanya memerah ASI dulu, lalu diletakkan dalam botol susu. Nantinya, jika Aam haus, Ayah atau Nyai-nya yang ada di rumah, akan memberikan susu itu, tentu dengan mengocok botol susu itu dulu. 

*Pagi ini, aku harus mengantar Billa sekolah karena lagi super rewel, lalu ada arisan bakos, ada kegiatan baksos, belum lagi ngecek seragam sekolahnya udah datang apa belum, ke bank bayaran uang sekolahnya.. huhuhu.. jadinya ribet. Karena ayahnya gak gitu bisa kalau diminta multitasking gini.. walhasil, aku pompa ASI 10 menit, dapat 90 cc, tarok di botol dan ayahnya yang kebagian jagain si Aam… hehehe.. Sayangnya waktu aku pulang 3 jam kemudian, ternyata si Aam baru bangun dan minum susu botolnya sama aku …. Huhuhu.. teteuuuup..:) hehehe

Berdasarkan informasi yang aku dapat, dari googling, dari brosur dokter dan dari beberapa majalah parenting, umumnya ASI tidak akan basi dalam waktu tertentu dengan penyimpanan yang benar.

Misalnya, ASI yang baru saja dieprah, akan tahan disimpan dalam botol tertutup dalam suhu udara ruangan sampai dengan 6 jam. Atau jika disimpan dalam thermos yang diberi es batu, akan cukup bertahan hingga 24 jam. Lain lagi jika disimpan dalam kulkas ataupun freezer. Bisa bertahan kisaran waktu 2 minggu, hingga 6 bulan.

2 minggu jika disimpan dalam suhu kulkas bagian bawah, sedangkan 3-4 bulan jika diletakkan di freezer yang tidak terpisah dengan kulkas bagian bawah, atau bisa 6 bulan jika diletakkan khusus pada freezer yang tersendiri.

Link terkait yang cukup informatif ada di blog ini. 

Jadi, gak ada kog ASI basi yang berasal dari payudara ibu langsung. Yang ada ASI basi yang merupakan ASI hasil perah dari ibu. ^_^

Tetap Semangat yaaa !!!


***

Pamulang, Puasa ke 14.. Ah sudah 2 minggu. Akhirnya bisa nulis juga siang ini, ditengah hiruk pikuk being a multitasking mom... huhuhu 
*Belum sempat diedit, belum nyari gambar dan belum nulis untuk artikel jabartoday.com. mana naskah xenophobia masih teronggok dalam bentuk draft... tunggu aku ya Lessy.. hihihi... (emak-emak ngotot nulis). 

Thursday, August 02, 2012

[Catatan Ramadan] ASI – 13 : Jadwal Menyusui (ASI vs SUFOR)

GAMBAR PINJEM DI SINI 


          Satu hal terkait pemberian ASI Eksklusif  dan perlu dipersiapkan secara mental oleh para ibu baru adalah ketentuan jadwal menyusui. Sependek pengetahuan dan pengalamanku, khusus untuk ASI, maka jadwal menyusuinya adalah ON DEMAND, alias sesuai kemauan bayi alias terserah pengennya bayi.

          Lho? Kapan itu terserah maunya bayi?  Ya sesuai permintaan bayi. Bayi akan menentukan sendiri seberapa banyak ia ingin minum ASI. Umumnya, bayi baru lahir akan sering minta disusui, meskipun waktu pemberiannya tidak lama.

          Berdasarkan pengalamanku, Billa dan Aam minum ASI dengan interval 2-4 jam di 3 hari pertama. Baru kemudian, setelah lewat hari ke 4, aku dan bayiku telah mulai saling menyesuaikan diri dalam proses belajar menyusui, secara perlahan tanpa disadari, terbentuk pola menyusui antara aku dan bayiku. Ini natural terjadi, seperti halnya naluri seorang ibu terbentuk dalam proses ini, sehingga tahu kapan bayinya lapar atau sekedar haus belaka.

          Bayi baru lahir yang mendapatkan ASI eksklusif akan cepat merasa lapar. Selain karena lambung mereka sangat kecil, sehingga harus diberikan bertahap (tidak sekaligus), juga karena ASI pada prinsipnya sangat mudah dicerna, dan mengakibatkan rasa lapar pada bayi.

          Yang pasti, jadwal menyusui pada bayi ASI eksklusif tidak bisa dibatasi atau dipatok dengan batas waktu jam. Selaparnya atau sehausnya bayi, maka ibu harus stand by atau siap untuk menyusui. Makin sering menyusui untuk memenuhi kebutuhan bayi,  makan makin banyak produksi ASI si ibu.

          Jika menilik yang terjadi pada anak-anakku, maka makin bertambah usia bayi, maka makin banyak jumlah ASI yang dihisapnya, dan biasanya bayi akan menghisap dalam waktu cukup lama, namun jarak waktu menyusunya jadi lebih jarang. Jika di hari-hari pertama, bayi akan menangis lebih sering karena lebih cepat haus dan lapar, maka makin bertumbuh bayi, maka selama ia kenyang, ia akan jarang menangis, dan jangka waktu minum ASInya bisa lama dengan interval waktu yang lebih berjarak.

Berikut ini adalah, info terkait rutinitas pemberian ASI, kukutip dari clubnutricia :

          Hari pertama : Bayi akan terlihat antusias minta ASI beberapa jam setelah lahir, setelah itu lebih banyak istirahat atau tidur lagi. Namun ibu harus rajin memberinya ASI beberapa kali dalam sehari. (Untuk hal ini, aku harus tega membangunkan Billa atau Aam ketika terlalu lama tertidur dan malas minum ASI)

          Hari ke 2  : Ibu dan bayi masih sama-sama belajar memahami kebiasaan masing-masing, maka sebagai panduan, berilah ASI setiap 1,5 jam hingga 3 jam sekali, atau sekitar 8 -12 kali menyusui dalam 24 jam.

          Hari ke 3 dan ke 4 : Pemberian ASI mulai rutin dilakukan, produksi ASI meningkat sehingga payudara ibu akan terasa penuh. Bayi akan tampak lebih kenyang karena mendapat cukup ASI. Perubahan ini dapat dipantau dari kotoran bayi.

          Hari ke 5 hingga ke 28 : Umumnya ibu dan bayi telah merasa nyaman dalam proses pemberian ASI. Rutinitas mulai terbentuk. Panduan 8 hingga 12 kali pemberian ASI dalam 24 jam, dengan interval waktu 10 hingga 30 menit di satu payudara, cukup sehat untuk ibu lakukan.

          Berbeda dengan pemberian ASI, maka jika bayi yang diberikan susu formula, akan lebih cepat kenyang, mengingat kandungan susu formula lebih kaya lemak ketimbang ASI. Sehingga jadwal menyusuinya pun tidak sesering pemberian ASI. Pemberian susu formula pada bayi juga dapat dengan mudah diberi jadwal. Umumnya, bayi diberi susu formula diberi dalam jarak interval 3-4 jam sekali dengan jumlah susu disesuaikan dengan berat badan bayi.

          Berikut beberapa link yang cukup menarik untuk dibaca, bagi ibu yang ingin tahu lebih banyak perihal jadwal menyusui dengan ASI, ataupun sekedar pembanding dengan susu formula. Selamat membaca…!

- Info tambahan mengenai menyusui bayi baru lahir. 

- info mengenai pembanding ASI dan SUFOR 

- info seputar tanya jawab pengalaman para ibu mengenai jadwal memberikan susu formula bagi bayi.

- info Tips menyapih anak di tahun pertama  


***

Pamulang, Puasa ke 13. Aku kog deg-degan dengan hari  ini ya? ^_^V