Wednesday, March 11, 2015

(Traveling Mom) Ke Bandung Dalam Waktu 24 Jam - (Bagian I)


Seperti yang pernah kuceritakan beberapa waktu lalu, kalau aku ingin sekali memberikan liburan yang mengesankan untuk putriku, Kak Billa, (ada di postingan ini). Maka berikut cerita perjalanan ke Bandung menggunakan kereta api dan yang kami kerjakan selama 24 jam di sana..:)

*grind

Malam sebelum berangkat. 

Sebelum berangkat, aku mempersiapkan semua hal. Sebetulnya bukan sekali ini, kami pergi ke luar kota sekeluarga. Tapi, baru satu kali ini, kami pergi menggunakan kereta api. Kalau biasanya, menggunakan pesawat atau mobil pribadi, maka pengalaman naik kereta sekeluarga adalah pertama kalinya.

Aku tak ingin ada yang ketinggalan, atau minimal hal penting yang tertinggal. Maka untuk mengantisipasinya, kugunakan sistem mind map aja. Lucunya, waktu aku membuat mind map ini, Kak Billa juga membuat mind map versi dia. Sayangnya, aku tak menyimpan dan tak bisa menscan atau memoto mind map karya dia. :)

aku suka menggunakan Mind Map dalam menulis cerita.
Baru kali ini, Mind Map kupakai untuk persiapan liburan :)

Hal yang paling utama, dari semua itu adalah memastikan e-tiket sudah di tangan. sehingga nomor konfirmasinya bisa dicetak di stasiun Gambir nanti.


bukti pembayaran tiket lewat email.

Kak Billa terlihat sungguh excited dengan semua itu. Setelah semua isi tas seperti pakaian, susu, makanan ringan dan keperluan lainnya masuk ke dalam koper. Walhasil, kami membawa 1 tas ukuran sedang untuk pakaian kami berempat, 1 tas tarik kecil untuk keperluan susu, mainan (yg ini khusus untuk aam, mengantisipasi tantrumnya), jaket dan alat gambar Kak Billa, kemudian 1 tas punggung milikku berisi keperluanku, dan 1 tas punggung milik ayahnya anak-anak.

Sekitar pukul 11an malam, anak-anak belum ngantuk. Dan menjelang mereka tidur, aku mandikan dengan air panas, dan kukenakan baju pergi ke mereka. Prinsip ini pernah kulakukan waktu kami hendak berangkat ke Guangzhou dan Singapura. Karena kami berangkat setelah subuh. Tak mungkin lagi membangunkan dan memandikan mereka pagi hari. 



Pagi hari, 06 Januari 2015

Pukul 05.00 pagi, kami naik taksi menuju Gambir. Anak-anak masih tertidur lelap. Aku mempersiapkan susu untuk aam dan tisu basah untuk mereka. Lupakan tentang sikat gigi. :D toh anak-anak tetap lucu meskipun tidak sikat gigi...hehehe.

Alhamdulillah perjalanan relatif aman, terhindar dari kemacetan pagi. Dan pukul 06.30 kami sudah sampai di Gambir. Kulirik ayah anak-anak membayar taksi. Ups, lebih mahal dari tiket kereta api nih. Tapi berhubung berempat, jadi jatuhnya tetap murah ya. Rp. 170.000 taksi Bluebird dari rumah ke Gambir.

Sesampai di Gambir, berhubung ini pengalaman pertama, ya aku harus bertanya. Kucari lokasi Customer Service, dan beruntung ruangnya cukup nyaman, sehingga anak-anak juga relatif aman duduk di ruang tunggunya.

Seperti biasa, dalam urusan seperti ini, ayah anak-anak, mendadak tidak aktif, hehehe. Maka aku segera bertanya langkah apa yang harus aku lakukan, setelah memiliki e-tiket.

Ternyata, aku harus menyetak tiket sendiri, pada mesin CTM (bukan jenis obat alergi ya...:) ) yakni mesin Cetak Tiket Mandiri.

Hal ini menarik, karena pertama kali kulakukan. Beruntung petugasnya sigap, memberi contoh cara menggunakannya. Sisanya, aku kerjakan sendiri.

Di samping ini adalah penampakan tiket hasil cetak mandiri.

Setelah itu, aku kembali ke ruang tunggu CS, dan meminta ijin berada di sana selama setengah jam. Hal ini menghindari anak-anak berlarian di stasiun yang mulai padat.

Memiliki anak yang aktif dan tak suka diam, memang harus bisa mencari ruang tunggu yang memiliki pintu. Minimal sejam pertama di stasiun kereta, aku tak mengalami kesulitan menjaga mereka. Anak-anak sudah terbangun, sarapan dan mulai ON untuk memperhatikan sekitar. Kak Billa sudah sibuk membicarakan tentang kereta. Aam yang belum pandai berbicara, sibuk berkata "train! eta!" katanya sambil waspada mendengar gemuruh suara kereta di atas kami.

Setengah jam sebelum jadwal kereta, kami pun keluar ruang tunggu CS, naik ke atas.

Oh iya, ketika memasuki ruang tunggu kereta di atas, kita akan melewati petugas yang memeriksa tiket. Di sini dibutuhkan KTP masing-masing pemegang tiket. Kecuali untuk anak-anak.

Sesampai di atas, kami memilih duduk di salah satu kursi tunggu. Situasi sepi. Alhamdulillah, Aam sangat excited, hingga ia patuh dan waspada memperhatikan sekitarnya.

Kak Billa mengajak Aam bernyanyi lagu kereta. Dan hal seperti inilah yang ingin kuberikan pada Kak Billa dan Aam. Pengalaman dan rasa senang hendak berlibur menggunakan transportasi yang tidak biasa mereka gunakan.


Kak Billa mulai aksi deh!

Seru menyanyikan lagi kereta api berdua sambil menunggu kereta datang 

ini ayah sedang menunjukkan kereta yang baru lewat ke Aam 

Tak lama terdengar bunyi pluit atau something like that. Dan membuat kak Billa dan Aam terpukau mendengarnya.. hehehe... Kami pun bersiap mencari gerbong Eksekutif 3.

Ketika masuk, sayangnya, kondisi kereta api yang bersih itu, tetap terkesan tua. Sentuhan modern dan estetikanya sepertinya harus diupgrade. Ayah anak-anak sempat mencari tahu dan memastikan bahwa itu adalah kelas eksekutif termahal (Rp. 110 ribu per orang). Karena, menurutnya, kondisi gerbong tak sepadan dengan harga tiket yang kami beli. Ayah anak-anak sempat membandingkan dengan kereta api yang ke Cirebon yang pernah dinaikinya. Kondisinya jauh lebih bagus, itu katanya. Aku yang belum pernah naik kereta yang ke Cirebon, hanya bisa angguk-angguk saja. 

Kereta bersiap berangkat. Dan sayangnya, terlambat 30 menit dari jadwal seharusnya. Kami pun berangkat menuju Bandung, pukul 09.00 pagi.

mejeng dulu sebelum naik gerbong. 

tidak terlalu ramai, Kak Billa so excited, Aam aware..:) 

Ketika kereta mulai berjalan. 
Yang khas dari Kak Billa kalau sudah dalam perjalanan adalah, ia akan merasa lapar jika ada yang menawarinya makan. Maka ketika pramugari kereta menawari nasi goreng, maka ia memegang perutnya dan bilang "kakak lapar, bund". Hehehe

Sebetulnya aku tak tertarik membeli nasi goreng di kereta. Pengalaman, harga dan rasa tak sebanding. Dan ketika nasi goreng pesanan kakak datang, meski penampilannya menarik, ternyata rasanya ya rasa nasi goreng instan. Karena mereka memasaknya dengan bumbu instan. Kak Billa yang sedikit rewel urusan rasa ini, hanya memakan separuh dari nasi itu. Ayahnya mengambil alih, memakan dan  membersihkan nasi goreng tersebut. :)


Nasi goreng kereta api

Perjalanan menjadi semakin seru, ketika Aam mulai melakukan kegiatan rutin. Mengganggu ketenangan kakak. :)  Maka, terjadilah perang perebutan bantal. :)

Mulai rebutan bantal

Yak, terjadi penyiksaan. Jilbab Kakak diserang Aam. 
Lama-lama letih juga mereka, plus masih ngantuk pastinya. Karena bangun pagi, padahal mereka tidurnya larut. Sekitar 1,5 jam kemudian, setelah puas melihat perjalanan (salah satu yang ingin aku bagi ke Kak Billa, ya pemandangan alam kalau ke Bandung naik kereta ini), makan cemilan, becanda hingga bertengkar. Anak-anak mulai kelihatan capeknya. 

Cerita seru di perjalanan, bisa lihat sawah dan pemandangan yang tidak ada di kota

Mulai tenang nih. dan seperti biasa, aam memilih hal yang tidak biasa untuk beristirahat :) 

Penguasaan bantal yang cukup bagus. Kak Billa mulai tertidur. 


Melihat Tol Cipularang dari kejauhan. cakep juga ya. 



Siang hari, 06 Januari 2015

Perjalanan berjalan sekitar 3 jam. Seharusnya kami tiba stasiun Bandung itu kisaran pukul12.00 kurang. Sayangnya, setelah berangkatnya terlambat 30 menit, sampe stasiunnya juga terlambat 30 menit. Pihak KA memberitahu lewat pengeras suara, kalau mereka akan terlambat 30 menit hingga 45 menit. Aku kurang tahu, apakah memang biasa terlambat ya? atau jarang?

Kami sampai di stasiun jelang pukul 13.00 siang. Kami dijemput oleh Kak Yudi, sahabat ayah anak-anak, temennya waktu SMP di Belawan dulu. Kak Yudi sudah bertahun jadi warga Bandung. Biasanya kami memang sering silaturahim dengan Kak Yudi, jika main ke Bandung. Tapi ini kali pertama, Kak Yudi menjemput kami, karena kami naik kereta api.

Stasiun Bandung jauh lebih kecil dari Gambir. Tapi sama rapinya. Aku rasa lebih rapi dari stasiun kereta Kertapati Palembang atau Tanjungkarang Lampung deh, soalnya dulu ke sana (udah lama banget sih) gak serapi stasiun kereta Bandung. stasiun kereta api Malang juga gak serapi ini. Tapi gak tau sekarang ya...? Mungkin kapan-kapan mau jajal stasiun kereta ke Jawa Tengah atau Malang sekalian ya? :D
*mulai pasang rencana.. dan nabung....



Senyum manis Orang tua versus Senyum males bin ngantuk ala Anak-anak di depan Stasiun Kereta
Foto bareng kak Yudi. Best Friendnya Ayah Billa Aam. Makasih ya kak... 

Cek In Di Hotel

Terus terang, aku tak punya ekspektasi apa-apa terhadap hotel Sensa ini. Yang aku jadikan patokan adalah komentar para pengguna jasa hotel ini di Agoda.com dan beberapa link travel lainnya. Sebagian besar merekomendasikan hotel ini, karena dekat cihampelas. Kupikir, aku harus dekat dengan tempat makan, karena kalau makan di hotel pasti mahal banget. Jadi setelah mencari beberapa alternatif, (termasuk beberapa hotel yang biasanya digunakan kantor Ayah anak-anak untuk meeting dan training), aku memilih Sensa ini, karena pertimbangannya gak jauh dari stasiun kereta api dan kabarnya dekat dengan mal. 

Setelah sampai di hotelnya, baru aku ngeh. Ternyata hotel ini sebelahan dengan Ciwalk atau Cihampelas Walk. Lega banget. karena kalau mau jalan ke cihampels mudah atau mau nyari makan juga gak susah. 

Cek in sekitar pukul 14.00 dan  tidak ada masalah terkait pemesanan tiket melalui Agoda.com. Namun terlebih dahulu kita harus depositoin uang sekitar 300 ribu ke front desknya. Baru kemudian di kasih kunci kamar. Kebetulan tidak ramai pengguna hotel ini. Bisa jadi karena aku memilih hari di luar weekend ataupun peak season. Bahkan sudah menjelang habis liburan sekolah. 



Aam memperhatikan brosur spa. Posisinya tepat di samping Front dest hotel
Oh iya, lupa. Sebelum cek in, kita sempatkan dulu makan siang. Karena anak-anak sudah kelaparan. Kalau sudah gini, pilihan paling cepat ya fast food. Maka pergilah kami ke salah satu gerai fast food. Makan sekitar 45 menit. baru kemudian jalan ke hotel. 

Terima kasih banget sama Kak Yudi, karena kita jadinya hemat transportasi nih... hehehe. Kak Yudi malah nawarin untuk anterin kemanapun kami mau pergi seharian itu. Kebetulan dia dan anaknya (Rafif) sedang tidak ada kegianan. sementara dua orang anaknya yang lain sedang kuliah dan sekolah. 

ini kartu kamar. Aku termasuk suka mengoleksi kartu kamar ini.
Kartu hotel Sensa menarik, karena berwarna pink. Beda dengan bbrp kartu kamar hotel lain

Alhamdulillah, kamarnya bagus. Aku suka desain kamar hotel ini. Modern dan minimalis. Kami malah sempat foto-foto beberapa bagian kamar. Termasuk desain kaca yang menutupi kamar mandinya. Menarik. Bisa dicontek nih..:P
See how exciting Aam dan Billa are..:D

Konsep kamar mandinya cakep
Kamar mandinya juga asyik. Dan yang aku suka, nggak pelit dengan air mineral. Ada 2 botol air mineral ukuran 600 ml. di kamar mandi .

Kamar mandinya minimalis, bersih dan wangi.


Beberapa catatan terkait hotel ini yang bisa kusimpulkan, antara lain :


1. Posisi hotel dekat dengan Ciwalk. Malah pintu masuk ke ciwalk ada di posisi sebelah kiri front desk. Jadi tak perlu khawatir jika hujan, masih tetap bisa main ke Ciwalk.
Kak Billa suka sendal kamar hotelnya. Ungu :)
Tapi sendal kamar fave ku tetap dari Trans hotel. hehehe.
pemandangan dari balkon di siang hari
2. Nuansa kamar modern dan bersih. Arah pemandangannya bisa ke kota atau ke arah fly over PASUPATI
3. Memiliki balkon mungil. Yang kupakai kamarnya ke arah kota dan penggunungan.
4. Mini barnya relatif lengkap.
aku suka mengukur kualitas hotel dari minibarnya.
hotel Sensa tidak pelit dengan mini barnya.
dan perlengkapannya juga masih baru dan bagus
5. Tempat tidur nyaman. Aku memilih double bed (Superior Twin). Karena itu tawaran dari Agoda yang relatif terjangkau. :)
6. Free Wifi (ini yang OK banget...) tanpa password..:) jadi gak ribet.
7. Televisi lumayan besar, nempel di dinding.
8. AC oke. Ac juga akan mati, jika pintu balkon dibuka. Ini termasuk jenis penghematan listrik yang cakep ...
kondisi kamar. agak berantakan, karena sudah dijadikan ajang lompat
oleh aam dan billa
9. Kolam renangnya ada dua, untuk anak dan dewasa, dan bersih kolamnya ... Pemandangan dari kolam juga cakep. mana posisinya sebelah ruang makan lagi. asyik jadinya.
10. Sarapan berlangsung dari jam 6 pagi hingga 10 pagi. Aku mendapat free untuk 2 orang dan anak-anak dibawah 9 tahun, free. Nanti aku cerita detail ttg sarapan ini. Yang bikin aku semakin suka ama hotel Sensa.






Setelah sholat dan merapikan beberapa bagian dari barang yang dibawa, kami menuju target kunjungan berikutnya.

Yakni Saung Angklung Udjo. 


Angklung dan Makan Malam 

Aku tertarik memasukkan Udjo angklung ke dalam rencana perjalanan 24 jam kami di Bandung, pertama karena beberapa referensi di internet memuji hiburan di tempat ini. Uang atau tiket masuknya sepadan dengan pengalaman yang akan diterima. Selain itu, Kak Yudi juga tahu lokasinya, dan sudah lama gak ke sana juga.

Aku exciting banget ke sana. Karena ingin tahu reaksi Aam dan Billa terhadap alat tradisional ini. Apalagi di pelajaran sekolah Kak Billa, ada materi tematik tentang angklung dalam tema pengalamanku. Sungguh pas sekali.

Tiket masuknya untuk dewasa 3 orang, Rp. 180 ribu dan untuk 2 anak kecil 80 ribu, sementara batita (Aam) free of charge. 
Kami juga mendapat tanda masuk berupa kalung dengan mini angklung sebagai mata kalung. kemudian juga mendapat free minum mineral atau es krim. 

Adapun pertunjungan bambu saung angklung udjo yang kami saksikan hari itu, antara lain :

1. Demonstrasi wayang golek.
Merupakan pementasan sandiwara boneka kayu yang menyerupai badan manusia lengkap dengan konstumnya. Dulunya dipentaskan sebagai bagian upacara adat. 
adegan awal dibuka ama wayang ini.
Aam terlihat tidak antusias dan waspada. sebaliknya kak billa dan ayahnya
langsung mencari tempat duduk paling depan.
2. Helaran.
Sejenis kegiatan yang dimainkan untuk mengiringi upacara tradisional khitanan atau upacara panen padi. 

3. Tari Tradisional.
Hari itu kami hanya disuguhkan tari topeng. Dan Kak Billa menikmati sekali pertunjukan tari, apalagi para penarinya anak-anak yang besar sedikit dari dirinya. 

4. Pertunjukan angklung.
Mulai dari angklung Mini, arumba hingga angklung padaeng


anak-anak ini keren deh! menyukai alat tradisional

5. Bermain angklung bersama. 
Ini bagian yang paling aku suka. Aam juga terlihat mulai antusias dan enjoy menikmati kegiatan ini. Semua pengunjung diajari cara menggetarkan angklung serta bermain angklung bersama, dipimpin anak dari (alm) Udjo. 

Seru ketika belajar bagaimana memainkan angklung.
Udjo angklung mengemas acara ini dengan melibatkan pengunjung.
keren deh!
6. Angklung orkestra
Aku tak begitu mengikuti, karena kak Billa sibuk ngajak ke kamar mandi. cuaca dingin khas Bandung dan hujan, membuatnya jadi kebelet pipis. Sebagian besar permaian angklung yang dibuat seperti orkestra hanya bisa kunikmati separuhnya saja. 

7. Menari bersama.
ini kegiatan penutup. dan menyenangkan juga melihat semua pengunjung yang sebagian tak saling kenal, berbaur, berjoget menikmati irama angklung bersama semua anak-anak yang selesai mentas nari dan angklung.


Menjelang akhir acara, seluruh pengunjung di ajak turun dan berjoget bersama
ayah anak-anak ikutan, dan ia banyak tertawa selama kegiatan itu
hal yang jarang dilakukannya... ya.. ayah billa aam, terbilang tipe orang yang jarang tertawa...:) 
Mejeng dulu berdua aam, setelah semua kegiatan selama 2 jam selesai diikuti. 





Malam hari, 06 Januari 2015

Selesai dari Udjo angklung, kami pulang kembali ke hotel. Anak-anak mandi dan kami sholat magrib dulu. Sebelum akhirnya ke Ciwalk untuk mencari tempat makan malam.

Sebagai penggemar makanan tradisional, kemanapun aku pergi, aku mencari rumah makan yang disukai oleh semua anak-anakku. Maka jangan harap ada acara mencoba restauran ala negara A atau B dalam list rencana kegiatan bepergianku. Hehehe..

Pilihan jatuh pada rumah makan Pasar Tong-Tong.

Setelah menyicipi rasa makanannya, RM ini akan jadi tempat fave aku deh!


Ekspektasiku tak terlalu tinggi. Tapi ternyata rasa masakannya sedap juga. OK semua rasa masakan atau minuman yang kami order.


Kak Billa belum semangat makan, tapi langsung mau setelah lihat ada Sop Iga dalam menu

Ini menu pilihan bunda (Pempek) dan Aam (dimsum)

Inilah menu pilihan Ayah (Nasi campur pake rendang) dan Kak Billa (sop Iga)
Berikut list makanan yang kami pesan : 

Kue Serabi, Spesial Pempek Panggang, Dimsum Hakau, Sop Buntut, Nasi Campur Rendang, Paket MIe Goreng, Teh Tarik Panas. Dan tentu saja teh manis atau air mineral. 
Semua makanan OK banget. Bahkan aku terkesan dengan Pempeng panggangnya dengan kuah yang pedas (sebagai orang yang lahir dan besar di Palembang, aku tahu banget kuah atau cuka pempek yang enak dimakan/dihirup. dan cuka pempeng di rumah makan ini mantap!). Dan satu lagi yang aku rekomendasikan banget adalah Teh Tarik Panasnya. Asli bukan pake yang instan. Jadi enak bangeeeet. 

Alhamdulillah...

*aku lupa pesanan makanan kak Yudi dan Rafif apa ya? hehehe

Seharian perjalanan dari subuh hingga malam hari itu berjalan lancar. Terima kasih untuk Kak Yudi yang bertindak jadi teman, supir dan guide. Semoga nggak kapok ya Kak....

Niatnya sih besoknya, kami mau ke berenang dan kebun binatang. Apakah berhasil dilakukan? baca lanjutan kisahnya yaa... :) 


***

Total Pengeluaran Dari Pagi Hingga Malam : 

Taksi Rp. 170. 000
Tiket 4 x Rp. 110.000 jadinya Rp. 440.000
Jajan air mineral dan susu uht di stasiun kereta Rp. 20.000
Nasi goreng Kereta Api Rp. 30.000  
Makan siang di Mc D Kisaran Rp 150 ribuan untuk 3 paket anak-anak dan 3 paket reguler
Ke Udjo Angklung  Total Rp. 260.000 untuk 6 orang
Beli Oleh-oleh di Saung Udjo Rp 100.000 untuk buku dan gantungan kunci
Makan Malam di Pasar Tong-tong Rp. 285.000, sudah termasuk makanan yang dipesan untuk dibawa pulang dan makan untuk 3 dewasa dan 3 anak-anak
Hotel 1 malam dgn kamar Superior Twin : Rp. 893.700 (sudah termasuk pajak)

Maka total pengeluaran (transportasi+akomodasi+konsumsi+entertainment) selama seharian di Bandung adalah sekitar Rp. 2. 350.000.,

Sedikit over budget dari targetku yang bilang ke ayah Billa, kalau liburannya hanya butuh 2 juta sudah termasuk hotel. wkwkwk. Beruntung hemat di transportasi di Bandung nih, karena jasa Kak Yudi. hehehe.

*We'll see berapa pengeluaran esok hari menjelang pulang ya? :)


***

catatan :

Tulisan ini, baik terkait Mang Udjo, Hotel dan Tempat Makan, adalah MURNI dibuat atas kemaunku sendiri. Tidak ada unsur promosi atau permintaan dari pihak manapun. 


Saturday, January 03, 2015

(Billa) Mencari Pengalaman Selama Liburan Untuk Kak Billa

Ini gaya Kak Billa kalau menikmati hotel gratisan. Menggambar sambil nonton tivi


Liburan sekolah Kak Billa sudah berlangsung cukup lama. Nyaris 3 minggu lebih sejak selesainya ujian susulan yang dihadapinya.

Akibat cacarnya kemarin, dia harus banyak istirahat di rumah, dan terpaksa ikut ujian susulan di tanggal 17 dan 18 Desember 2014. Setelah itu liburan deh...

Selama liburan ini, aku belum memberikan program khusus ke dia. Alasannya, karena fase recoverynya, membuat aku tidak ingin dia terlalu capek. Belum lama dia sehat, eh adeknya, Aam yang sakit cacar. hehehe

Maka, kegiatan outdoorpun dikurangi.

Kebanyakan, Kak Billa akhirnya bermain dengan gunting dan kertas. Membuat boneka kertas, membuat rumah-rumahan, bermain clay, dan aktivitas di rumah.

Sempat sih, ikut ayahnya nginep di hotel Arya Duta Sumarecon Tangerang, selama satu malam. Menikmati makan malam bareng, ke toko buku dan jalan-jalan di sekitar hotel. Lumayan membuatnya refreshing, termasuk emaknya juga...hehehe

Sebelum Aam jatuh sakit, aku sempat juga ajak Kak Billa, Kak Balqis (sepupunya) dan Najwa serta Lilis (ART ku), ke Lolypop di Living World, Alam Sutera. Sebuah ajang permainan untuk anak-anak. Kutitipkan mereka pada Lilis, sementara aku, Aam dan suami pergi ke Ace Hardware, beli kebutuhan interior untuk rumah yang sedang dipugar.

Gak punya foto Kak Billa lagi main. Jadi ambil foto dari link ini aja. 


Kak Billa sungguh bahagia hari itu. Seharian ia bercerita tentang permainan yang diikutinya. Meskipun aku merasa, masuk ke Lolypop terlalu mahal untuk anak yang banyak gak beraninya seperti Kak Billa..hehehe.. She skipped so many games at that place.. *sigh...

Aku juga sempat membolehkan Billa main ke rumah Lilis, ART ku, sesorean. Wajah Billa begitu bahagia. Karena di kontrakan Bu Nulis, demikian dia biasa manggil ARTku itu, banyak anak-anak seusianya, terus ada lapangan yang membuatnya bisa main sepeda dengan anak-anak si Lilis.


Sayangnya, aku tidak bisa setiap saat memberikan kesempatan bermain ke rumah Lilis untuk Billa. Karena Lilis juga kerja di rumah lain. Kemaren itu kebetulan si Lilis gak masuk kerja di rumah majikannya satu lagi.

Walhasil, sisa-sisa liburannya, kembali diisi di rumah. Apalagi adeknya, baru saja recovery dari cacar yang lebih parah dari kondisi kakaknya.

Tapi aku masih terus berusaha memberikan satu lagi pengalaman liburan untuk kak Billa. Dia harus punya experience yang menyenangkan hatinya dan membuatnya terkenang seumur hidup.

Maka terpikir olehku untuk mengajaknya naik Kereta Api. Masalahnya, dengan jadwal ayahnya yang super padat, sulit sekali mengharapkan bisa pergi sekeluarga, ke tanah abang ataupun sekalian ke Jawa sana.

Hingga kemarin, kudengar, ayahnya mungkin akan ambil off kantor 2 hari, karena menyelesaikan urusan proyek di laut Jawa sana.

Ah, ini kesempatan yang harus kuambil. pikirku

Maka kubuat proposal kecil, tentang plan dan budget yang akan keluar. Kukirim via email ke ayah Billa Aam. Harap-harap cemas, karena hingga siang, email itu tidak dibalas. Baru menjelang ashar, email itu dibalas dengan satu kata saja. ... OK....

Wah...segera deh, aku hunting tiket kereta api, terus booking kereta. Lanjut hunting hotel, membaca review-review pengguna hotel, juga mengecek lokasi wisata terdekat dari hotel pilihanku. Selain itu juga, menyesuaikan dengan budget yang ditetapkan oleh Ayah Billa Aam...:D

Singkat cerita, seharian kemarin, aku asyik membuat jadwal. Tiket alhamdulillah sudah di tangan. Sudah juga kubayar via minimarket indomaret. Kemudian, booking hotel lewat Agoda juga sudah dibayar. Pin id pemesanan juga sudah di tangan.

I feel so excited.

Karena ini boleh jadi adalah liburan pertama yang aku susun setelah tahun 1999. Kami sebetulnya sering "nebeng liburan" ketika Ayah anak-anak bertugas ke satu daerah atau meeting di banyak hotel. Jadi nyaris, selama ini "ngehotelnya" gratis.

Aam belum setahun, menikmati fasilitas kid playground, salah satu hotel. Aku lupa hotel apa ini...hehehe 


Aku pernah bayar hotel sendiri 2 hari di Bandung, demi menghadiri acara Pesta Awug Paberland, 2 tahun lalu. Setelah itu gak pernah ada istilah hotel bayar sendiri ataupun liburan yang khusus kurencanakan. *Aku tidak menghitung pulang kampung ke Belawan atau pun Palembang sebagai liburan yang direncanakan...

Aku jadi inget, tahun 1999, pertama kali kami berdua (belum ada anak-anak waktu itu), berlibur berdua ke Bandung. Naik bus ke Bandung. Nyari penginepan super murah tapi bersih. Naik becak dan jalan kaki kemana-mana. Bawa-bawa map, persis wisatawan lokal. Hehehe..
Aku terkesan dengan Dago dan Es cendolnya yang sedap. :)

Kami jg pernah melakukan perjalanan bertiga (Billa usia 1 tahun lebih), naik kereta ke Malang, menginap di Wisma Unibraw, dalam rangka mengurus surat mundurku dari s3. Itu tahun 2009 akhir atau 2010 awal kalau gak salah. Billa tidak nyaman selama di kereta. Aku nyaris tidak bisa tidur. Ternyata Billa memang ada sakit waktu itu. Dan baru ketahuan ketika kami berada di Guangzhou.

Singkat cerita....

Ini pertama kalinya, aku menyusun jadwal liburan. Meski hanya 2 hari 1 malam. Beli tiket kereta api secara online, booking hotel lewat Agoda, yang sesuai kantong, dan merencanakan/menetapkan lokasi wisata yang akan dikunjungi selama  di kota tujuan. Mudah-mudahan bisa secara maksimal demi Kak Billa.

Harapanku, semoga Kak Billa merasakan serunya naik kereta, indahnya pemandangan, menikmati jadwal yang sudah kuatur, dan pergi pulang dalam keadaan sehat bahagia. Sehingga ia tak sabar untuk menuliskannya, menggambarnya atau membagi ceritanya ke guru sekolah.

Semoga Aam juga bisa adaptasi dengan rencana liburan ini. Aku tahu, harus siap menghadapi hal diluar prediksi, jika sudah terkait sikap atau reaksi Aam kelak.

Bismillah...

Detail cerita, menyusul setelah liburan berhasil dilakukan. In sha Allah.



Tuesday, December 30, 2014

Narsis di Facebook...


Sebagian besar pengguna fb, bisa jadi termasuk kaum narsis... 

Tapi gak salah kog. Boleh narsis. Asal jangan berlebihan aja sih. Jangan sampe ujung rambut ke ujung kaki difoto dan diupload, itu rasanya berlebihan. Apalagi foto kaki cantengan atau rambut ubanan diposting di facebook.. hehehe

Aku juga suka sesekali narsis di fb. Apalagi kalau terkait dunia menulis dan dunia anak-anakku. Mungkin sebagian kontak sudah illfeel, atau malah sebaliknya, nungguin ceritaku. 

Anyway... 

Beberapa waktu lalu, pihak fb sendiri, secara resmi bikin program yang menunjukkan beberapa foto menarik yang menonjol sepanjang tahun 2014. Untuk FB milikku, disebutnya sebagai Dian"s Year. Merangkum beberapa foto dalam kegiatanku setahun. 


Penampakan Dian's Year versi fb


Aku juga membuatnya. Lumayan bisa edit custumizenya juga, sehingga bisa memilah foto yang lumayan menarik..:) *menurut yang punya fb... hehehe

Kemudian, aku melihat seorang teman, mentag namaku, karena di sebuah gambar dengan tema koran My Times, menunjukkan postingan-postingan terkerennya, serta pembaca loyal postingan fb nya.:)

Wah menarik ini. 


Aku pun mencobanya dengan menggunakan link di salah satu kontak fb, menuju link My Times.

Dan ... walah... Ini hasilnya : 


Postingan fbku selama setahun berdasarkan popularitasnya (alias jumlah jempolnya..:) ) 


Keren ya? 

Apalagi kulihat postingan populerku justru bukan foto narsis diri, melainkan foto ulang tahun putriku Billa, yang ke 6. Terus postingan masakan percobaanku, yakni sayur ubi tumbuk.

Ada juga 12 postingan populer setiap bulannya. Dan ternyata fotoku sendirian gak ada. Hehehe. Yang nongol di satu halaman penuh tersebut itu kalau nggak terkait anak-anak, lalu karya dan komentarku terkait politik dan dunia menulis. It is so me banget..:)


Tak lama, di home fb ku wara-wiri beragam postingan setipe, dan penggambaran postingan populer masing-masing kontak fb. 


So... Narsis emang bisa jadi sumber kreatifitas bagi manusia ya. Ada aja ide orang untuk membuat program yang lucu dan seru seperti ini. 

Keluargaku beberapa di antaranya ikutan juga. Seperti Dhika (adek) dan Te Muni (tante) yang keduanya berisi postingan foto narsis semua ternyata..hahaha 


Ini My Timesnya Andhika


Dan ini My Timesnya te muni 
Dan ini postingan izzah, salah seorang kontakku.
Di sini, aku malah termasuk pembaca loyal nomor 3 di fb nya..
Ih... kegeeran banget bunda syahid ini :) 


Asyik juga menyaksikan hal-hal yang telah kita lakukan selama setahun terakhir ini, versi dunia maya di Facebook ini ya? Bisa jadi cerminan diri kita juga.


So...

Apakah sudah dibuat My Times versi Fbmu? Ayo lakukan, sebelum akhir tahun 2014 sampai. :) 

Wednesday, December 24, 2014

[Cooking Mom] Sayur Daun Ubi Tumbuk Yang Menggoda Selera



Hasil percobaan masak daun ubi tumbukku yang ke 3.


Sepertinya, kalau ada request suami, atau bahan di dalam kulkas, aku mau juga ngendon di dapur. Berlama-lama membuat bumbu dan masak. Meski kadang ujung-ujungnya aku malah gak ikut makan, atau makan sedikit. Karena udah "kenyang" akibat masak...

Kemaren, aku beli daun singkong. Kebetulan dapat bunga kincung (bunga kantan atau bunga kecombrang) di warung sayur dekat rumah. Suami juga request bikin sayur ubi tumbuk, dan adik ipar dengan sukarela menghibahkan resep keluarga ala (alm) Mami mertua via bbm :) 

Maka aku coba memasak sayur ubi tumbuk. 

Percobaan pertama, beberapa minggu lalu. Aku memblender daun singkongnya, dan hasilnya. Sayur BUBUR daun ubi :) ... Alhamdulillah, meski bentuknya nggak keruan, rasanya gak jelas, suami tetap makan dengan lahap dan meminta digorengkan sekeping kecil (ah bahasanya) ikan asin. 

To tell the truth, aku nyaris give up nih nyoba lagi. Tapi suami bilang,..."Ini nih jeleknya Bunda. Kalau udah gagal sekali, langsung gak mau nyoba lagi." Eh... aku bete donk dibilangin gitu..hihihi. 

Baiklah... kusingsingkan lengan. Aku coba sekali lagi. 

Percobaan kedua, aku tumbuk daun singkongnya. Kugunakan ulekan sambel dari batu. Lumayan lebih bagus bentuknya daripada diblender. Bumbu-bumbu kusiapkan. Lalu kucoba lagi. 

Menurut suami, much better. Meski masih kurang kental dan kurang wangi bunga kincungnya. 

Hemmm, mungkin karena aku hanya pakai 1 pucuk bunga kincung. Baiklah...:) 

Kali ini aku coba lagi. Kutambah bunga kincungnya, santannya juga dan jumlah daun singkongnya juga lebih banyak. 

So far, kata suami tadi, sudah mendekati. Meski kurang asin. (Nah bagian kurang asin ini, sengaja kulakukan, karena suami request ikan asin belado. Bahaya kalau terlalu asin. :D)

Baiklah... 

Berikut resep Sayur Daun Ubi Tumbuk (pengantarnya panjang amat yaa...hehehe) 

1. Daun singkong (daun ubi, pucuk parancih, whatever the name is...) 1-2 ikat (tergantung sukanya aja. Kalau 2 ikat, berarti pengaruh ke bumbu ya?

2. Santan. Aku menggunakan 2 kotak ukuran biasa Santan Kara. Jadi kalau pakai santan kelapa asli kurang lebih setengah panci ukuran sedang ya? (jika daun singkongnya 2 ikat sedang). Pokoke kental deh!

3. Bawang merah 7 butir (tergantung selera)

4. Cabe merah 7 buah (aku sih lebih dan kadang campur cabe rawit merah beberapa biji, tergantung harga cabe...hihihi)

5. Bunga Kincung/Kantan/Kecombrang 2 pucuk bunga. 

6. Jahe, Laos (Lengkuas), Kunyit (masing2 seukuran jempol, kecuali kunyit, gak perlu terlalu besar)

7. Daun serai 2 buah. (Disimpul)


Penampakan Bunga Kincung
pinjem gambar dari sini 


Cara membuatnya. 

Pertama, daun singkong dipilih daunnya yang muda, cuci lalu tumbuk (pukul-pukul hingga pecah-pecah sebesar ujung kuku). Sisihkan dalam piring. Oh iya, daun singkongnya gak perlu direbut dulu. Jadi kita berasa kayak main masak2an nih. Daun singkong mentah yang sudah dicuci, langsung ditumbuk/dipukul. 

Kedua, bawang, jahe, laos, kunyit dan cabe diblender sampe halus. (Jika senang digiling/diulek halus, jauh lebih enak tentunya). 

Bunga kincung 2 pucuk diiris tipis (wanginya akan semerbak mengundang ketika diiris) 

Jika sudah siap semuanya, masukkan secara bersamaan. 

Jadi panci berisi santan, bunga kincung yang sudah diiris, bumbu yang sudah digiling dan daun ubi yang sudah ditumbuk dicampur jadi satu. Jangan lupa masukkan daun serai. Letakkan di atas api ukuran sedang, dan aduk perlahan, hingga rata. 

Kurang lebih 15-20 menitan deh ngaduknya. Gunakan api kecil, agar santan tidak pecah.  Jangan lupa masukkan garam sesuai selera. 

Selesai deh! :)


Sekedar informasi, rasa kuah sayur akan agak getir, tapi aromanya mengundang, serta warna atau penampakannya akan sedap dipandang. Makan sayur ini harap dibarengi dengan ikan asin dan sambal, atau belado ikan asin, atau belado cabe hijau cumi asin.

Ada juga yang bareng teri kacang belado, atau sambal dan dadar telor irisan cabe rawit. 

Pokoknya harus ada temannya. Kalau hanya sayurnya aja sih, mungkin akan aneh rasanya di lidah. 

Ada sebagian penduduk daerah Sumatera yang menambahkan ikan teri, atau ikan asep ke dalam sayuran ini. Aku belum pernah nyoba. 

Resep ini adalah resep yang rutin digunakan ibu mertua, dan diturunkan ke anak-anaknya. Akhirnya setelah menikah 15 tahun, aku berhasil juga membuatnya. Alhamdulillah suami suka dan gak pernah komplain sama sekali. Setiap aku masak, pasti dihabiskannya, meski harus 2-3 hari berturut-turut pake sayur ini aja...hihihi

Selamat mencoba ya....:) 



Monday, December 22, 2014

Sisi Lain Dari Hari Ibu


Me and my kids 


Puluhan tahun lalu, aku dan adik laki-lakiku pasti sudah berkutat di kamar, membuat prakarya dan memberikannya kepada Mamaku. Ya, memberikan hasil karya kami dengan tema Selamat Hari Ibu.

Tahun sekian, bisa berupa kertas bertempel kalimat Selamat Hari Ibu, Mama. Di tahun lainnya, kami membuat prakarya lain. Kalau tidak salah, selama aku dan adikku sekolah di Sekolah Dasar, acap tahun kami membuatnya.

Bertahun berlalu. Hingga akhirnya aku menjadi seorang Ibu. Kak Billa (putri sulungku), tidak pernah membuat atau memberiku kado di hari ibu. Namun nyaris setiap minggu, Kak Billa membuat surat, prakarya, lukisan atau sekedar tulisan yang isinya "I love you Bunda" atau "Kakak sayang Bunda."

Ah sungguh indah peran menjadi Ibu, ya.
taken from pinterest.com

Pagi ini, aku mendapatkan tag puisi, ucapan serta link terkait hari Ibu. Namun kebanyakan isinya mirip atau sama.

Lalu aku teringat, beberapa minggu lalu, aku diminta Ayah Billa Aam untuk menonton rekaman ceramah seorang ustaz. Inti ceramahnya kali ini berkisar tentang Hari Raya Kurban. Satu sudut pandang yang menarik untuk dicermati dan agak beda dari biasanya. Karena pembahasan si ustaz tentang pengorbanan itu justru dari sisi posisi Siti Hajar sebagai Ibu dari nabi Ismail AS.

Bagaimana pengorbanan Siti Hajar ketika harus berada di padang tandus, mencari air dan mendidik Ismail seorang diri. Dan ketika bertahun kemudian, ia dan Ismail hidup nyaman, ayah nabi Ismail, yakni nabi Ibrahim AS, datang dan mendapat perintah dari Allah untuk mengurbankan Ismail.

Kepatuhan, ketegaran dan keikhlasan nabi Ismail sungguh luar biasa. dan yang mendidiknya menjadi seperti itu adalah Siti Hajar. Seorang Ibu yang berasal dari kaum biasa, namun patuh kepada perintah suami dan Allah SWT.

Inti kisah itu menggugah hatiku. Betapa besar peranan ibu sebagai madrasah pertama bagi anak-anak mereka. Betapa hari ibu tidak sekedar merayakan dengan memberikan hadiah atau keistimewaan bagi seorang ibu dari suami dan anak-anaknya, namun juga tafakur, menundukkan diri dan bertanya pada hati kecilnya.

Apakah sudah aku (ibu) yang menjadi tempat utama anak-anak belajar? tempat pertama anak-anak bertanya? tempat yang mulia bagi anak-anak berguru?

Mari sama-sama kita mencoba memperbaiki niat dan keinginan untuk mencetak anak-anak ikhlas, beriman, patuh dan selalu berada di jalan yang diridhoi Allah. Bisa jadi niat ini kuno, tapi bagiku ini mujarab untuk menjadi penuntun anak-anak agar bisa selamat dunia akhirat. :)


#22Desember2014 Happy Mom's Day.


Tulisan ini merupakan lanjutan atau versi blog dari status FB ku :


.:: Tentang Hari Ibu ::
Beberapa minggu lalu, ayah Billa Aam menyuruhku menonton rekaman ceramah seorang ustaz di kantornya.
Ternyata isi bahasannya agak berbeda. Ini tentang hari Ibu. Menurut ustaz itu, jika memang, atau HARUS ada hari Ibu yang dirayakan, menurutnya yang tepat bagi kaum muslim adalah pada hari raya idul adha atau hari raya kurban.
Lalu ia menjabarkan kisah pengorbanan nabi Ismail AS dari sisi yang lain.
Ia menjelaskan, kepatuhan, pengertian, dan kesabaran yang dimiliki oleh nabi Ismail AS atas perintah Allah, atas keputusan ayahnya, Nabi Ibrahim AS, untuk mengorbankan diri Ismail kepada Allah SWT tanpa banyak tanya, adalah bentuk dari buah didikan seorang ibu bernama Siti Hajar.
Simpulannya, bahwa Siti Hajar adalah satu contoh kongkrit keberhasilan seorang IBU mendidik nabi Ismail AS menjadi anak yang super patuh, super ikhlas, super sabar dan super pengertian. Sehingga dimasukkan Ismail AS ke dalam golongan orang-orang yang ikhlas dan sabar. Berulang-ulang dicantumkan dalam Alquran tentang hal ini.
Aku tercenung menontonnya. Ada sedikit kekhawatiran di hati ini. Sudah patutkah, sudah maksimalkah dan sudah berhasilkah aku menjadi madrasah pertama bagi Billa dan Aam dalam hal ibadah dunia akhirat?
Sungguh kisah kekuatan seorang Siti Hajar tersebut, kembali menggugahku untuk memahami makna "hari ibu" dari sisi yang berbeda.... 

Saturday, December 13, 2014

Senangnya Menjadi Cover Buku Tahunan!


Cover buku Kak Billa. She loves it so much 


Ketika setahun lalu aku hanya sebagai anggota dari BaKOS (Badan Kerjasama Orang Tua dan Sekolah) di Alzind (Al zahra Indonesia), sudah kuniatkan, jika tahun depannya, Kak Billa masuk TK B, dan aku masuk dalam jajaran BaKOS kembali, maka aku berniat untuk menjadi PIC buku tahunan angkatan Kak Billa

Bukan apa-apa sih, aku punya ide saja untuk dieksekusi

Dan ternyata, tahun ajaran 2013-2014, aku malah terpilih jadi ketua BaKOS TK/KB Alzind. Hal ini memudahkanku untuk lebih fokus lagi pada buku tahunan.

Ini adalah proyek yang memerlukan fokus luar biasa. Nyaris menguras energi dan otak juga, karena dilakukan dengan jarak jauh, dengan lay outernya. '

Proyek ini, dimulai dari foto session. Aku sudah menyiapkan tim dan teman-teman dalam tim ini sangat membantu dan kooperatif. Juru foto yang disewa juga kooperatif banget.

Pada tanggal 21 April, kerjasama dengan kepala sekolah, membuat tema pakaian profesiku, maka anak-anak seluruh TK Alzind menggunakan pakaian sesuai cita-cita mereka. 


cover anak-anak 
Kesempatan ini langsung kugunakan untuk menyiapkan juru foto dan memoto wajah serta seluruh tubuh anak-anak TK B. Hal ini untuk kepentingan buku tahunan tersebut. 

Oh iya, sampai lupa. Buku Tahunan adalah buku yang merangkum kegiatan satu tahun anak TK B. Mulai dari beragam kegiatan in door, out door hingga kegiatan kerjasama dengan BaKOS.

Tahun ini, aku menetapkan tema "Cita-citaku" dan disesuaikan dengan tema tanggal 21 April, yang sebelum-sebelumnya didominasi dengan pakaian adat. 

Aku sudah memastikan kalau buku tahunan kali ini covernya beda. Isinya aku menggunakan atau memakai referensi buku tahunan tahun sebelumnya, ketika Sevy Andriani menjadi ketua BaKOS. Aku suka lay outnya. 

Tahun ini, aku fokus pada cover buku tahunan. Aku memastikan setiap anak memiliki buku tahunan dengan wajah mereka masing-masing di buku tersebut. Sedikit kerja keras dan merepotkan lay outernya. 


isi : kegiatan bakos
Sebulan setelah terkumpul semua foto-foto, aku mulai berdiskusi dengan lay outernya sekaligus editornya. 

Kerjasama ini berlangsung hampir setiap waktu. Pertemuan kami hanya 2 kali secara face to face. Sisanya lewat email. 

Sempat stress juga ketika si editor/lay outer mengalami masalah internal keluarganya. Belum lagi ditambah dengan masalah mati listrik serempak beberapa saat, yang mempengaruhi kinerja komputer si lay outer.

Bahkan hingga hari H seharusnya diserahkan buku tahunannya, aku sakit perut, karena bukunya sampai setelah acara perpisahan kelar. Ampun biyung. 


Wisuda TK Kak Billa. Detik-detik aku memikirkan buku tahunan yang belum datang
Untunglah, timku tetap mensupport. Para orang tua juga tidak meributkan keterlambatan tersebut, karena hasil akhir bukunya menyenangkan mereka. Anak-anak suka melihat wajah mereka di cover buku tersebut. Satu buku satu cover, sehingga rasa memilikinya lebih besar lagi..:)

Seminggu menjelang naik cetakpun aku stress. Gimana nggak, karena beberapa bagian terasa aneh, ada pengulangan foto, cetakan foto yang kecil, terdapat beberapa bagian yang kosong. Aduh, rasanya nyaris mau give up melihat kondisi tersebut.'

Kalau sudah gini, rasanya aku ingin banget belajar melayout sendiri, dan tak bergantung pada orang lain. Hehehe..
isi : kegiatan anak-anak 

Singkat cerita.. proses pembuatan Buku Tahunan selesai. Bukupun sampai di tangan anak-anak. 

Kak Billa pun menikmati sekali cover buku yang ada wajahnya. 

Belum lagi ada komentar dari guru-guru berdasarkan karakter masing-masing anak-anak. 

Terbayar semua letih dan stress yang selama ini melanda. 

Thank u team! 


*detail menyusul. Masih mencari data biaya, estimasi waktu, dan step-step pembuatannya. 



#latepost...
#thank u tanun untuk 3 fotonya...pinjem ya :) 

Jangan KeGeeRan!

http://www.flickr.com/photos/wellcomeimages/6880271060

Kupikir, sikap kegeeran itu nyaris tak ada di diriku. Tapi nyatanya, kejadian beberapa waktu yang lalu, menunjukkan bukti, bahwa bertahun-tahun lamanya aku kegeeran,

Jika saja, suami tidak bilang..."Dian itu bisa jadi kegeeran, mengira Dian berteman baik dengan dia, tapi faktanya, dia gak pernah anggap dian teman ataupun sekufu/sekubu dengan dia. Makanya dia bersikap seperti itu!"

Awalnya aku sakit hati dengan ketidak-empatian suami (halah! bahasa apa itu? hehehe). Singkatnya, aku merasa tebakan suami salah. Aku memilih diam.

Tapi setelah dipikirkan lama-lama, bisa jadi emang aku yang kegeeran selama ini. Bisa jadi seseorang yang selama ini kuhormati dan kuanggap tempat terbaik untuk diskusi perihal kepenulisan, tidak pernah menganggapku seperti yang kuharapkan.

*tepok jidat!

Aku jadi malu sendiri. 8 tahun, kukira aku mengenalnya. 8 tahun kejadikan arah kompas pemikiranku dalam hal menulis.

Allah itu keren sekali kerjanya ya? Maha Misterius.

Jika saja, aku tidak mendapatkan "sandungan" atau "berkah masalah" seperti kemarin itu, bisa jadi aku tak pernah tahu dimana posisi kami sebagai "teman" sebetulnya.

Aku jadi teringat omongan ibuku, "hati-hatilah ketika curhat dengan seseorang, bisa jadi seseorang itu tidak lagi menjadi teman baikmu, dan dia akan menggunakan rahasiamu sebagai senjata untuk menjatuhkanmu!".

Aku tak pernah terpikir, jika aku akan menemui karakter manusia seperti itu. Aku dibutakan oleh "kecerdasan" dan "kemampuannya" menjaring pengaruh...:D

Stupid me! Kegeeran tingkat akut!

Oh well, selesai sudah bagian membodoh-bodohi diri.
Segera perasaan ini kuenyahkan. Kurapikan kembali sel-sel kelabu di otakku untuk membenahi kompas pemikiranku selama ini...

Good bye old time and old friend.... See u in another universe!

Welcome a new environment for me and my brain...:)



Saturday, November 15, 2014

(Sharing Parenting) Beberapa Cara Menstimulasi Anak Yang Punya Masalah Tumbuh Kembang

Putri pertamaku, Kak Billa (6 tahun 2 bulan), mengalami masalah dengan preposisi visualnya. Ia sering dan nyaris menuliskan semua huruf dan angka secara terbalik, tidak suka membaca dan lebih lagi, masih sulit membedakan kanan kiri, atas bawah, depan belakang serta keterangan waktu.

Sementara putra keduaku (bungsu), Aam (2 tahun 8 bulan), didiagnosa pdd-nos dan juga delay speech.

Berikut beberapa tips menstimulasi anak yang kulakukan selama ini.

Tentu saja, aku bukan "a perfect mom" juga bukan "super mom".

Jika aku membagi tips ini, karena sudah kulakukan dulu dan ada hasilnya sebelum dibagi ke teman-teman sekalian.

salah satu kegiatan anak-anak di rumah


1. Untuk anak-anak yg motorik halusnya kurang bagus, mengajak anak mewarnai, mencoba ronce kayu2an (ada jualannya), serta belajar menghubungkan titik-titik pd gambar, termasuk membantu menguatkan motorik halusnya.

2. Untuk anak bermasalah dgn preposisi visual, latihan dgn sering menggunakan kata lokasi atau posisi, akan membantu. Misalnya "Kak Billa, tolong letakkan buku itu di kanan televisi", atau "Kak, mundur 2 langkah dulu ya" atau banyak kalimat "perintah" terkait posisi. Selain itu, melatih membiasakan menggunakan puzzle sebagai alat bantu utk tahu kanan kiri, juga bisa. Its work with Billa.

3. Untuk preposisi visualnya cenderung "berat", seperti terlalu banyak yg salah dan terbalik ketika menulis  huruf, kebiasaan orang tua membacakan buku, mengajak anak menggambar dan membuat cerita (pic book), akan membuat anak menyukai huruf dan angka. Nanti lama-lama si anak bisa dibujuk menulis  cerita sendiri. hal ini ternyata membantu Kak Billa untuk mengalahkan masalahnya. Mudah-mudahan bisa dijadikan referensi untuk menstimulasi dan terapi terkait preposisi visual anak.

belajar bikin pic book sendiri
4. Untuk delayed speech seperti Aam, kebiasaan berbicara dengan melakukan kontak mata (ortu jongkong sehingga mata anak sama tinggi dgn mata ortu) harus sering dilakukan. (eye to eye level). Jadi kita sebagai orang tua, jongkok dan memastikan matanya melihat gerakan bibir kita. Karena pada prinsipnya, anak delayed speech tanpa gangguan pendengaran, lebih bisa konsenstrasi, jika diminta melihat gerakan bibir, daripada diajak berbicara tanpa melihat gerakan mulut.

Jadi, misalnya si anak menginginak sesuatu, tapi tidak ditunjukkannya, maka ibu/ayahnya harus jongkok berhadapan wajah (matanya dan mata kita sejajar), dan tanya ke anak kita..."mau minta bunda ambil apa?" sebutkan satu persatu benda yang diinginkan. Jika tidak bisa, ajak tangannya, minta ia menunjukkan benda yang diinginkannya. Jika sudah tahu bendanya, maka kita akan bilang "Aam mau minta bola, ya?"Lakukan sampe ia mengangguk.

Mungkin sedikit membosankan buat kita, yans udah fasih bicara,t api menguntungkan buat anak yang sulit bicara.

Setahun terakhir ini, jika aku mengajak Aam jalan, maka jika ia pegang batu, aku akan bilang "Aam sedang pegang batu,". Atau jika ia menunjuk pohon, aku akan bilang "iya, itu yang warnanya hijau itu, namanya pohon!". Seterunya, jika anak kita main, makan dan setiap saat. Ibu atau Ayah harus selalu bicara berhadapan dengan anak.

Aam dan koleksi puzzlenya


5. Penggunaan puzzle, koin masuk ke tabungan dan kelereng masuk dlm botol plastik, termasuk membantu anak delayed speech utk konsentrasi, sehingga sambil terapi itu, kita bisa mengenalkan 1-2 kata baru.

6. Menggunakan flash card, media youtube utk lagu dan video alpabet/angka/hijaiyah serta, video yg banyak kata2nya seperti serial Kak Diva, termasuk membantu Aam (anak visual learner) untuk menambah kosa kata. *untuk memahami anak tipe pembelajara visual atau bukan, masih perlu digali lagi. Ini hanya berdasarkan feelingku saja sebagai ibu, yang melihat Aam dan Billa lebih cepat faham jika digunakan alat bantu gambar atau video dalam menjelaskan satu hal.

7. Banyak lagi yg lain yg  bisa dilakukan sambil bermain, seperti menghitung batu-batuan saat jalan sore, menyebutkan benda-benda disekitar, dan yang terpenting lagi, ortunya fokus saat menstimulasi anak-anak.

kakak dan kesukaannya menggambar, untuk melatih motorik halusnya


Aku pribadi memilih mematikan tivi dan mengajak jalan-jalan jika memang harus fokus. Atau menyisihkan waktu khusus utk anak-anak sambil melupakan DL menulis  atau hal-hal yg penting utk diri sendiri.

Jika dirasa tak bisa fokus, aku memilih membiarkan anak2 bermain sendiri, dengan alat-alat bermain seperti puzzle, buku mewarnai, balok-balok dan mainan lainnya.

Meski masih sulit mengatur soal nonton tv, tapi sejauh ini, Kak Billa hanya nonton 2-3 jam sehari saat hari sekolah. Kalau besok libur, memang tidak saya batasi.

Kalau Aam, sudah tdk tertarik banget dgn televisi, lebih suka lihat youtube lagu huruf, angka dan hijaiyah.

Sejauh ini, beberapa stimulasi itu bisa dilakukan.

Sekedar info tambahan, utk Kak Billa terapinya baru dilakukan setengah tahun terakhir ini. Dan saat ini sudah bisa membaca dan tulisan terbaliknya sudah berkurang banyak. Sudah mulai faham keterangan waktu, tapi msh sering salah perihal arah kanan kiri :D

Untuk Aam, stimulasinya dilakukan sejak dia diterapi setahun lalu. Saat ini belum diterapi lagi, aku lanjutkan di rmh aja stimulasinya. Lumayan banyak kosa katanya dan sudah mulai sedikit-sedikit faham dgn kalimat perintah dan tanya.

Demikian sedikit sharingku, semoga ada sedikit manfaatnya buat teman pembaca sekalian.