Tuesday, June 12, 2012

LOMBA AKU DAN KAIN GENDONGAN


Hai-hai, kali ini aku mau bikin lomba bareng Mbak Tin nih… Idenya sih dari celetukan mbak tin di replynya di SINI.
Terus, kepikiran juga, kalau berdua mbak Tin, kayaknya gak terlalu berat deh jadi juri sebuah lomba…
Sooo, berhubung sebentar lagi, yakni tanggal 20 Juni,  ulang tahun pernikahanku ke 13, jadi ambil moment ini deh buat lomba kali ini. *maksa banget gak sih momentnya? hehehe
Sesuai dengan tema lomba : Aku dan Kain Gendongan, maka lomba ini mengajukan beberapa syarat sebagai berikut :
1.    Pesertanya kudu warga Multiply sejati, alias punya akun MP minimal 4 bulan dan rajin update isi MP nya. Jadi gak boleh nyaru yaaa J
2.    Posting tulisan di Blog, bukan di bagian Foto ya…J dan jumlah kata gak lebih dari 1000 kata, jadi jangan lupa ditulis jumlah kata dibawah tulisannya yaaa (di luar judul ya) , biar juri gak pusing bacanya…., hehehe
3.    Peserta gak harus jadi kontak Cambai ataupun Tintin ya… jadi postingan kudu dipost for everyone, jadi  juri bisa lihat tanpa kudu permisi dulu..:) dan gak mesti ngeadd kita ya jadi kontaknya. Toh kalau menang, ntar kita hubungi juga kog via PM…hehehe. Terus terang ini mencegah tambahan kontak yang silaturahimnya gak berlanjut pasca lomba nih. :P
4.   Wajib posting foto bareng kain gendongannya ya, dan ini boleh jurnal lama yang diperbaharui dengan kata-kata atau kalimat yang lebih menarik dan informatif. Atau cerita masa lalu, dengan foto terbaru juga boleh. kan, poin penilaian ada pada kreatifitas penyajian foto dan cerita, terutama nilai dan isi cerita sendiri kudu menarik dan informatif yaaaa!
5.    Ceritanya harus berkaitan dengan kain gendongan, masalah yang digendong apaan yaaaa terserah… syukur-syukur gendong anak sendiri atau ponakan. Gak boleh gendong suami orang, :P  Tentang gak bisa pake gendongan jg boleh, asal tetap mencantumkan foto berikut kain gendongan. J Pokoke Kain Gendongan [BATIK] Jadi Pemeran Utama ! hehehe
6.    Postingan peserta kudu menyertakan keterangan gambar, keterangan lomba (alias menuliskan link lomba ini) serta menyetorkan link postingan ke postingan lomba ini. Ups, jangan lupa, bikin tagnya ya [Aku dan Kain Gendongan] Got it?
7.    Lomba ini dibuka mulai tanggal 13 Juni 2012 hingga tanggal 13 Juli 2012. (Sebulan cukup lama kan ya?). Pengumumannya akan diberitahukan di postingan lainnya.
8.    Nah, hadiahnya buku-buku (buku yang ada tulisanku, juga buku-buku lainnya, mbak Tin sendiri sudah bilang nyumbang tiga buku), mungkin akan ada hadiah kain gendongan plus yang lainnya menyusul ya.. (siapa tau, aku dapat voucer juga nih, buat dibagi2, amiiin)  *ntar diedit lagi deeeh J
9.    Kriteria pemenangnya berdasarkan tulisan dan kreatifitas foto. Aku dan Mbak Tin akan kabari lagi lebih lanjut ya, berapa banyak yang jadi pemenang. Makin banyak peserta dan hadiahnya, insyaAllah akan banyak pemenangnya kan ya? Amiiin
10. Soo.. have fun ya … Kita promosi kain gendongan BATIK yuuuk ! itung-itung menjaga hak kekayaan intelektual milik bangsa kita, sebelum diakui oleh negara lain.. hehehe
Tertanda,

Dian Onasis  dan Titin Syam


Sunday, June 03, 2012

[FF Ninelights] Tak Rela


Dahi laki-laki itu berkerut. Matanya terpejam. Berhari-hari, ia coba menahan diri. Namun, kali ini ia tak tahan lagi. Perasaan tertekan atas sikap tetangga kostnya selama ini, telah sampai batas akhir.
Papan tipis yang membatasi antar kamar kost, sudah pasti tak sanggup menahan semua suara.  
Perlahan, ia melangkah ke arah kost sebelah. Tangan kirinya memegang pipi, sementara yang kanan menggenggam obeng.
Teriknya matahari memanggang atap seng. Panas cuaca makin menambah keruh hatinya. Nafasnya memburu. Detak jantungnya ikut membuat suasana menjadi tegang. Genggamannya makin kuat memeluk obeng.
“Benda ini pasti bisa membunuh pemicu deritaku selama ini.” ikrarnya dalam hati.  
“Ah…, pintu kostnya terbuka.” Senyum keji terukir di bibirnya.
Ketika tapak kakinya mendekati pintu tetangga, alunan lagu dangdut itu makin membahana.
“Dari pada sakit hati, lebih baik sakit, gigi iiiini…, biar tak mengapaaaaa. Rela, rela. Rela aaakuuuuu relakan. Rela… Rela,… Rela aaaakuuu….”
Kepala dan giginya makin berdenyut. Bersamaan dengan dendam yang memuncak, diangkatnya obeng, lalu diarahkan dan ditusuknya tepat pada sasaran.
 “BRAK, BRUK…, KRAAAK!!! “
“AAAAAAAARRRGGGHHH !!!”
Jeritan pemilik kamar menggantikan lagu dangdut yang mendadak senyap.
“Apa yang sudah kamu lakukan?!!” Pemilik kamar terlonjak dari kursi. Wajahnya pucat tak berdarah.
 “Aku tak rela  harus tersiksa oleh lagu yang kau putar setiap hari itu! Aku tak terima kalau penyanyi itu bilang, sakit gigi lebih baik dari pada sakit hati! Tau!” Balas laki-laki pemegang obeng dengan mata mengilat.
CD dangdut berjudul Sakit Gigi, hancur berkeping-keping. Obengnya bekerja dengan baik. Meski giginya masih berdenyut, namun ia puas. Dendamnya terbalas sudah.

***
Jumlah Kata : 244 (diluar judul)
FF ini diikutsertakan dalam lomba milik Ninelights
Gambar pinjem dari sini.

Thursday, May 03, 2012

[Ulang Tahun Cambai] 5 Tahun Sudah....


Keterangan gambar : Mulai Ngempi 3 Mei 2007 ^_^V

Tidak terasa sudah lima tahun...

Tahun lalu, aku berencana hendak membuat lomba setiap kali ulang tahun MPku ini. Sayangnya ketika tahun ini tiba, dengan kondisi yang diluar dugaanku (Tahun lalu tak pernah terbayang Allah akan memberiku seorang anak lagi ^_^). Maka tahun ini, lombanya kutiadakan. 


Foto Minus Dek Aam, mulai aktif menulis buku


Alasannya? Aku tak yakin bisa melaksanakan lomba dengan baik, di saat diri ini tengah bergumul dengan kondisi adaptasi dua anak. Satu balita yang super cerewet dan aktif, plus satu baby yang "pemarah" karena jika tidak digendong atau tidak kenyang, ia cenderung menangis sekencang-kencangnya. 


Siti Syarifah Salsabila Onasis (Kakak Billa)


Muhammad Ammar Al-Mumtaz Onasis (Dek Aam)

Membuka internet dan mengintip serta mereply postingan teman-teman pun menjadi hal yang sulit, menulis menjadi hal yang mewah, mengedit tulisanpun menjadi sesuatu yang jarang bisa dilakukan. Fiuuuh.. tidak mengeluh.. justru menikmatinya. 


Tak terasa sudah 5 tahun...

Jika ditanya, kenapa ikutan multiply? aku tak punya alasan khusus. Sebelumnya aku aktif di blogku yang di blogspot, juga di friendster. Hingga suatu hari temanku mengajak bermain di multiply. 


Ki-ka : Mbak Yanie, Tyas, Jeng Ari

Lalu, kenapa pilih kata Cambai?  itu juga tak sengaja, selain karena kangen sama kata itu, juga karena tak menyangka kalau diriku akan lama berada di dunia multiply ini... hehehe  Kadang-kadang jadi lucu kalau dipanggil Mbak Cambai atau Mas Cambai..hehehe 

Tak terasa lima tahun sudah...



Ki-ka : Imazahra, Mbak Yanie, Vienna, Yuni, Mbak Eva, Imul, Yaya, 2 lg penulis....


Gita, Aku, Vienna, Febi

@Danau UI


Ki-ka : Kania, Dian, Mbak Yanie, Elly Lubis, Uni Wirda

Ki-ka : Mbak Titin,, Ikkens, Uci, Fetry, Ita Sikrit

Ki-ka : Nataya, Tyas, Mbak MIa, Vienna, Mbak Yanie, Imazahra, Yuni, Gita

MPID Edisi Bagi-bagi Panci 

Dari belum punya anak, hingga punya anak dua. Dari sekedar iseng menulis, hingga punya buku dengan namaku di cover buku sebagai penulisnya. Dari hanya kenal di dunia maya, akhirnya aku memiliki banyak sekali teman baik di dunia nyata. 


Buku Pertamaku "Solo"


Buku Keduaku "Solo"

Indah sekali dunia multiply. 


Mudah-mudahan tahun depan, aku bisa mengadakan lomba lagi, hingga menghasilkan antologi lagi. 

Antologi yang kususun

Mudah-mudahan, aku masih berumur  panjang dan demikian juga multiply, sehingga silaturahim yang ada di dunia ini dapat kurasakan terus. Amin..

Happy Milad My Multiply....:) 


*** 

semua foto koleksi pribadi 

Sunday, April 01, 2012

TIKET KEPERGIAN


Oleh : Dian Onasis

“Dian…. Ada telepon dari Papa.” Suamiku menyerahkan handphonenya ke aku, seraya ia kembali menuju meja komputernya.

“Halo, Bos. Apa kabar? Tumben nelpon ke hape Bang Asis?” tanyaku setelah handphone suami ada di tanganku.

“Eh, kog malah Dian yang terima? Papa mau ngobrol ama Asis,” jawab Papa.

Aku manyun. Ternyata Papa mau ngobrol dengan suamiku, ketimbang diriku. Namun rasa kecewaku tak berlangsung lama, karena beberapa menit kemudian suami mendekatiku, “Nih, Papa mau ngobrol juga ama Dian, kog,” kata suamiku, tak lama setelah ia selesai bicara dengan Papa. Wajahnya tergores senyum menggoda.

Aku segera mengambil handphone tersebut dan berbicara dengan Papa.

Hari itu, tanggal 1 Maret 2012, jam 11 malam.

“Eh iya, Papa udah ngepacking buku Kho Ping Hoo satu koper lho, Ian,” kata Papa dari seberang sana. Papa tinggal di Palembang. Sementara aku tinggal di Pamulang, Tangerang Selatan.

“Lho, untuk apa Pap? Banyak banget? Yang kemaren Papa kirim aja belum Dian mulai baca,” jawabku protes.

Sambil tertawa khas Papa, beliau berkata “Ya, buat warisan ke Dian.” Lalu tawanya menggema di handphone. Aku bisa membayangkan wajah ganteng dan gigi rapi Papa yang selalu menarik perhatian, setiap kali Papa tertawa. Bahkan di usia senjanya, tawanya selalu menarik. Papa terdengar sehat, meski beberapa waktu lalu, Papa sempat anfal, karena dapat serangan jantung kecil. Namun beliau berhasil meyakinkanku dan keluarga, bahwa dia baik-baik saja.

Obrolan berlangsung beberapa menit. Papa cerita kalau tiket keberangkatannya bersama Mama dan adik bungsuku telah di tangan.

“InsyaAllah, besok jam 4 sore, kami terbang. Jadi ba’da zuhur, kami akan berangkat dari rumah,” kata Papa sebelum percakapan kami berakhir.

Papa dan Mama memang kuminta datang ke Pamulang, karena sebentar lagi aku akan melahirkan anak ke duaku. Aku ingin orang tuaku hadir dan menemani hari-hari menjelang kelahiran dan menikmati hari-hari pertama menimang cucu ke dua mereka. Papa dan Mama cukup lama menanti mempunyai cucu. Setelah sembilan tahun menikah, aku baru diberi momongan oleh Allah. Kemudian, 4 tahun berjarak, Allah memberiku kepercayaan lagi, untuk menimang seorang anak. Cucu ke dua bagi Papa dan Mama.
***

Sore menjelang, kulingkari tanggal 2 Maret 2012 di kalender kamarku. Mataku bengkak. Tangisku telah habis terkuras selama siang tadi.

Siang penuh duka. Ketika aku tertidur, dan dibangunkan oleh tante dan suamiku dengan wajah penuh duka. Saat itu aku tahu, ada yang telah pergi meninggalkan kami. Suamiku tak pernah menangis hingga bengkak matanya seperti itu.

Aku protes…! Aku memberontak dan aku tak perduli dengan kontraksi palsu bayi dalam kandunganku, ketika aku menendang-nendang kakiku, tak percaya dengan berita, kalau Papa telah pergi meninggalkanku untuk selama-lamanya.

“Tidaaaak! Papa sudah pegang tiket untuk bertemu aku hari ini….!” Protesku keras diantara isak tangisku.

“Aku sudah janji bertemu Papa hari ini!” Aku menendang dan memberontak dari pegangan suamiku. Tak perduli dengan kehamilan tua yang aku kandung.

“Tikeeet! Belikan aku tiket…! Aku harus ketemu Papa hari ini juga!” Makin kencang tendangan dan teriakanku, hingga akhirnya aku tersedu-sedu dalam keperihan hati.

“Istigfar Sayang, istigfar Bunda, ingat dedek dalam perut…,” bujuk suamiku berusaha keras untuk memeluk tubuhku.

Aku terus berteriak histeris selama beberapa menit, hingga tersadar akan adanya bayi dalam kandungan yang mengeras berkontraksi palsu. Aku beristigfar di sela-sela tangisan.

Flash back kejadian beberapa waktu sebelumnya, obrolanku dengan Papa. Candaku dengan Papa. Kenangan bersama Papa sejak kukecil muncul berlapis-lapis.

Papa yang selalu ada dan bersedia mengantarkan ke mana pun aku pergi. Menemani di saat aku ketakutan ikut lomba murid teladan tingkat Sekolah Dasar. Hingga menjadi partner setia, mengantarku ke kantor-kantor instansi ketika aku harus riset dan menyelesaikan thesisku bertahun lalu.

Papa yang dulu, selalu dan sering bertugas ke luar kota, namun selalu setia dan meluangkan waktunya meski sedikit sekalipun, ketika ada di rumah, untuk aku dan adik-adikku.

Papa yang ketika pensiun, menghabiskan waktunya untuk selalu menyenangkan hati kami semua.

Tawanya yang khas, candanya yang unik serta kharisma keren yang selalu memancar dari wajahnya, selalu menjadi sesuatu yang istimewa dari dirinya.

Aku tercenung.

Kepergiannya sangat tiba-tiba. Pamitnya yang tak merepotkan keluarga, baik fisik, mental maupun materi. Rasa kehilangan yang dimunculkannya, di kala Papa sangat dicintai keluarga. Serta senyum bahagia tergores tipis di bibir bekunya, tak ada tanda kesakitan pada tubuhnya ketika nyawa pergi meninggalkan raga.

Tiket penerbangannya yang dipegangnya bertanggal 2 Maret 2012 jam 16.00 sore itu, ternyata tiket kepergian untuk selamanya.

Sebuah tiket yang membawanya pergi, tanpa dapat kembali lagi kepada keluarganya.



Tiket Kepergian sebagai sebuah tanda, sebuah cerita.
***

Selamat jalan Papa. Aku bersama putriku Billa dan cucu yang tak sempat kau jumpai M. Ammar Al Mumtaz Onasis, akan dengan setia mendoakanmu di sini.
Pamulang, 1 April 2012.

Friday, February 10, 2012

Terharu Melihat Buku Dan Akupun Berjilbab Best Seller


Dua hari terakhir ini, diriku memang tak gitu ngeh dengan kabar di socmed, alias MP dan FB ku, karena konsentrasi dengan konsultasi ke dokter kandungan kemaren, serta kegiatan Billa di sekolah hari ini plus nyetir mobil ke Nissan buat cek mobil. *yang bagian ini nggak banget deh, udah capek2 bawa ke bengkel Nissan, ternyata air wiper gak keluar cuma karena selangnya lepas.. dooooh, dasar emak2 ya.. bisanya nyetir ajah...":)) 

Lanjut cerita punya cerita...

Barusan buka fesbuk, dan dapat tag dari Jazim (salah satu kontributor buku Dan Akupun Berjilbab yang menang lomba menulis tentang Jilbab Pertamaku), yang memberi kabar, bahwa buku tersebut masuk jajaran Best Seller di Gramedia Royal Plaza Surabaya.

Subhanallah, hatiku terharu sekali.

Mudah-mudahan niat baik aku dan semua teman kontributor di buku tersebut untuk memberikan royalti buku ke Rumah Dunia, di Serang, akan bermanfaat dan mengalir terus. Amin..

Ayo temen2 yang belum baca bukunya, silahkan ke toko buku Gramedia terdekat. Atau boleh pesan ke aku juga bisa... Masih ada stok buku sekitar 25 buku di rumah.  *teteup promosi dan jualan. hehehe


Tuesday, January 03, 2012

Setelah Setahun Belajar Menulis



Di awal tahun 2011, aku berkomitmen untuk mengikut banyak audisi naskah maupun lomba di blog. Meskipun tidak terlalu banyak, namun aku upayakan dalam sebulan, minimal ada 1-2 kegiatan yang aku ikuti.

Hasilnya ada yang menyenangkan dengan gelimangan hadiah, mulai dari buku, snack, coklat dan berbagai souvenir hingga uang. Alhamdulillah. Meski tak menutup ada juga yang tak begitu menyenangkan, seperti ditolak naskah, atau didelete ama editor. Hiks..., tapi semua itu pengalaman yang berharga sekali. Alhamdulillah lagi.

Berikut kesimpulan data yang berhasil aku buat, berdasarkan daftar kiriman naskah selama tahun 2011 :

1. Jumlah Keseluruhan Naskah yang dikirim, baik untuk lomba blog, audisi antologi, cerpen anak maupun naskah novel adalah : 62 Naskah.
Spesifikasi naskah : 3 naskah resensi+majalah, 27 naskah antologi, 7 naskah cerita anak, 12 naskah FF, 11 naskah blog, 2 naskah novel anak.

2. Naskah yang ditolak/tidak menang audis/lomba : 16 Naskah.

3. Naskah yang ditolak dikirim ulang ke tempat lain : 4 Naskah, dengan hasil 2 naskah diterima penerbit lain dan 2 naskah lainnya dalam proses pengeditan.

4. Naskah Yang diterima oleh PJ antologi, tapi ditolak oleh editor penerbit : 1 naskah.
Kejadian ini membuatku jadi hati-hati dalam mengikuti suatu audisi naskah antologi, khususnya di tahun 2012 ini.

5. Naskah yang masuk dalam bentuk buku di tahun 2011 : 16 buku, dengan spesifikasi : 1 buku cerita anak solo, 3 buku kumpulan cerita anak (sebagai kontributor), 12 buku antologi (2 antologi sebagai penyusun dan 10 antologi sebagai kontributor)

6. Naskah yang berhasil terbit dalam majalah : 2 naskah ( Majalah Bobo dan Majalah Pena)

7. Sisa naskah lainnya, insyaAllah dalam proses pengeditan dan penerbitan. Mudah-mudahan panen di pertengahan tahun 2012.

Alhamdulillah, di tahun 2011, aku mendapatkan banyak sekali pengalaman, pembelajaran serta sharing ilmu yang sangat bermanfaat terkait dunia menulis.

InsyaAllah tahun 2012, akan lebih fokus pada cerita-cerita di dunia anak. Berharap lebih banyak lagi buku karya sendirian terkait buku cerita anak. amiin.

***



Tetap Semangaaat !!!



***



Foto milik pribadi. Diambil setahun lalu, setelah pulang dari belanja buku di Guangzhou :))

Friday, September 30, 2011

[Babe] A day with my Dad...

Ini sebenarnya cerita lama... Mungkin Papa sendiri kalau ditanyain udah lupa ama kejadian ini..

Waktu itu aku masih SMP dan lagi butuh kardus untuk keperluan tugas sekolah. Dirumah saat itu cuma ada Papa aja, kalau gak salah, Mama lagi pergi dengan Yuk Sum tetangga belakang rumah.
Akupun mencari Papa dan bilang "Pa.. kita punya simpanan kardus bekas gak ya ?"
"Kayaknya ada di atas "dak" garasi deh, Nak.." jawab Papa..
"Wah gimana mau ngambilnya Boss ???" aku tanya balik..
"Ya pake tangga la, Say.. Dian naik ke atas sana.. masa gak berani sih ?" jawab Papa setengah menantang...

[Aduuuuh si bokap.. terkadang lupa deh kalau aku anak perempuan.. tapi emang sering sih Papa suka nyuruh aku ngerjain pekerjaan yang berbau-bau cowok gitu.. ]

"Wah Pa.. Dian keder nih kalau manjat..." keluhku.
"Coba dulu ah.." tangkis Papa sambil menarok tangga ke dekat "dak" garasi.

[ih.. kalau ada Mama waktu itu, pasti Papa diomelin karena nyuruh aku manjat-manjat gitu..heheheeh]..

Akhirnya kucoba juga, dan memanjat tangga tersebut hingga berhasil sampe ke atas "dak" garasi dan dari atas menjatuhkan sebuah kardus kebawah. Tidak lama, aku pun berniat mau turun dan mulai menarok salah satu kakiku ke anak tangga  kayu tersebut. Tapi kemudian aku terdiam seperti "freeze" alias terdiam,  aku merasa kaku dan ketakutan...
Tubuhku gemetaran dan gak tau harus gimana lagi supaya bisa turun...
Bahhh !!! Ternyata aku takut untuk turun.....

Rasanya pengen lompat aja langsung...tapi jaraknya cukup tinggi.. bisa-bisa patah kaki kalau nekad....

Akhirnya dengan setengah merengek menahan tangis, kupanggil Papa untuk mengawasi dan ngajarin cara turun tangga....

Hehehe...
Bukannya langsung nolong... Papa malah terkekeh-kekeh ngelihat diriku yang ketakutan untuk turun.
Setelah puas ngetawain, baru deh Papa ngajarin proses turun pake tangganya....

Aduuuuh...
Sumpah.. lemes banget dengkul dan kakiku.
Aku bener-bener ketakutan.
Rasanya lega banget begitu kaki ini menginjak lantai...

Papa sambil tersenyum terus bilang... "Baru kali ini Papa lihat orang berani naik tapi takut turun..."..

Buset deh !!!!
Hehehehe

Tau gak.. ampe hari ini aku paling takut kalau harus manjat untuk ngecek sesuatu atau apapun yang menggunakan tangga kayu atau tangga khusus manjat.. karena udah dipastikan aku akan ketakutan sewaktu turunnya....
aneh ya..

kog bisa takut turun tangga... hihihii......***Cerita di atas hanyalah satu dari sekian banyak cerita lainku yang berurusan dengan Papa yang paling berkesan selalu ada unsur Macho nya. Mulai dari mengajakku potong rambut di tempat beliau biasa potong rambut. Bayangkan, ketika aku mengalami fase kutuan, maka Papa dengan santainya mengajakku ke tempat Papa cukur rambut, dan rambutku dipotong ala laki-laki, dan dibersihkan kutunya.Belum lagi, Papa suka beri kejutan, seperti menjemputku di sekolah [waktu itu aku masih SMP] dengan mobil trailer ataupun mobil kantor super besar, yang kalau naiknya aku harus memanjat pintu mobil. Aku bangga sekali. Tak ada satupun anak di sekolahku yang dijemputnya dengan mobil raksasa tersebut.

Meski dulu Papa lebih banyak diluar kota ketimbang bersama kami di rumah, tapi untuk urusan sekolah dan pergi ke dokter, Papa selalu mengusahakan untuk hadir. Aku pikir, sehari bersama Papa selalu seru. Ada saja kegiatan macho yang kami lakukan. 

Hari ini, jika kupandang wajahnya yang telah berusia 70 tahun, aku selalu mengenang masa-masa "macho" ku bersama beliau. Belajar naik sepeda, belajar nyetir mobil, belajar berani disuntik dokter, hingga belajar berani pergi Kuliah Kerja Nyata berbekal pisau lipat dari Papa. I just love that moment. 

***

diikutkan dalam lombanya mbak Tintin disini {mudah2an berkenan dengan repost dan editan baru ini] 

gbr diculik dari sini :
http://www.savingadvice.com/images/blog/father-daughter.jpg

Thursday, September 29, 2011

[Batam FF – Perjuangan] Antara Belalang, Lebah dan Aku.


“Ugh!....”  Kualihkan mata ke arah lain.
“Lumayan kejam,” desisku.
Sambil menggenggam dedaunan kering, aku menyaksikan sebuah perkawinan terkejam yang pernah kulihat. Kepala Belalang Sembah jantan itu terguling, setelah ditebas kaki tajam Belalang Sembah betina, paska perkawinan mereka.  Aku setengah takjub akan kejadian tersebut.
“Perjuangan cinta yang mengagumkan,”  bisikku perlahan pada angin yang berlalu di wajahku.
Tak lama, kutolehkan pandangan ke atas kepala,  tertarik akan dengungan suara yang dihasilkan oleh segelintir Lebah. Mereka saling berkejaran, seekor Lebah besar, sepertinya itu Lebah Ratu, dan segelintir lebah-lebih kecil. Mungkinkah  ini para Lebah Pejantan? tanyaku dalam hati.
Tak sampai hitungan jam, satu persatu Lebah Pejantan itu mati dan jatuh ke tanah. Tinggallah Lebah Ratu dan seekor Lebah Pejantan yang muncul sebagai pemenang. Perkawinan pun terjadi. Perjuangan cinta selama beberapa waktu, membuahkan perkawinan yang berujung pada kematian bagi Lebah Pejantan.
Aku lagi-lagi menggelengkan kepala. Tersenyum kecut.
“Perkawinan kejam lainnya,” keluhku. Berjuang dan berkorban demi cinta, harga dan kehormatan diri. Benar-benar sebuah perjuangan, simpulku dalam hati.
Sejenak, aku merasa iri pada pengorbanan dua jenis binatang yang mati itu.
Aku menarik nafas perlahan. Mataku melirik ke sekitarku. Sepi….
Kupandangi wajah suamiku yang kaku dan berwarna pucat. Aku tak ingat, di mana kuletakkan bagian lain dari tubuhnya. Yang kutahu, hari ini aku harus menguburkan kepalanya di hutan ini. Jauh dari mana pun dan siapa pun. Sehingga dia tak dapat lagi menjual diriku kepada lelaki lain, demi uang di dompetnya.
Dengan sisa kekuatan yang kumiliki, kutanam kepalanya dalam tanah, dekat dengan bangkai Lebah dan Belalang Sembah jantan.

***
Diikutsertakan pada lomba FF Mpers Batam
Jumlah kata : 248 kata. 

gambar pinjem dari sini.

Wednesday, September 07, 2011

[Telah Terbit] Horeee!!! Buku Perdana Karya Pena Lectura Telah Lahir! Ayo Pre-order Buat Bantuin Pena Lectura ya... :)





Alhamdulillah...

Tak pernah menyangka, jika kerja keras selama ini menyusun Flash Fiction
milikku dan teman-teman di Pena Lectura terwujud.


Ayo, bantuin Pena Lectura menggalang dana untuk kepentingan sosial dan

pendidikan yook..

Caranya?

Pre order buku ini ya... bisa ke aku, gita, dian mardi, nataya, elly lubis,

tyas shinta dan neng anda..:) 

Terima kasih atas support teman-teman selama ini. 



Berikut tulisan di cover belakangnya : 




Secara harfiah, Flash Fiction [selanjutnya disingkat FF] merupakan sebuah fiksi kilat. Berdasarkan berbagai sumber yang ada, FF merupakan istilah lain dari short story, micro fiction, dan micro story. Batasan kata dalam FF ini sangat fleksibel, tidak ada ketentuan khusus berapa jumlah kata. FF sendiri jauh lebih pendek daripada sebuah cerita pendek yang tradisional yang sering dibaca di majalah atau buku. 

Jumlah kata dalam FF yang paling sedikit adalah enam kata. Yang ditulis oleh Hemmingway. Dijual; Sepatu bayi. Belum pernah dipakai. Sementara tidak ada kesepakatan khusus mengenai jumlah kata terbanyak dalam FF. 
Belakangan ini, FF semakin meningkat populeritasnya. Anggota Pena Lectura yang semuanya adalah pengguna fasilitas blog Multiply ini, termasuk yang ikut serta meramaikan blognya dengan berbagai tulisan FF. Rasanya sayang sekali jika tulisan-tulisan yang ada tidak dipublikasikan. Dengan niat ingin menggalang dana yang cukup banyak untuk kepentingan kegiatan Pena Lectura yang mengarah ke pendidikan dan sosial, maka dibuatlah buku antologi yang memuat FF milik anggota Pena Lectura..

Flash Fiction Pena Lectura
Penulis:Andalusia N.P., Dian Mardi Safitri, Dian Onasis, 
Elly Lubis, Gita Lovusa, Nataya C.R., Tyas Shinta
Diterbitkan oleh Penerbit Arias
September 2011
ISBN 978-602-9160-18-5
120 halaman
Rp 39rb.



cara pembelian silakan sms 081914032201.

tulis nama/alamat/judul buku yang dipesan.

Wednesday, August 24, 2011

[Batam FF Rindu, Ketika Kakak Merindu]





“Kakak harus makan yang banyak ya, Nak,” bisikku perlahan ke telinga Risma. Namun, hanya gelengan kepala yang diberikan untukku. Aku hanya bisa menarik nafas. Ini hari pertama ia ngambek.
Di hari lain.  “Ayolah, Nak. Sudah dua hari tak kau sentuh juga masakan Bunda,” bujukku mulai sedih. Tubuh kecilnya terlihat makin kecil.
Kupandangi Risma yang tidur-tiduran sambil menutup wajahnya dengan bantal. Ia berusaha menghindari wajahku dan masakan yang setiap hari kuberikan. Risma hanya menyentuh susu yang kusajikan di sisi tempat tidurnya. Tapi tidak menyentuh makanan atau sekedar sekerat roti pun.
“Eh, Kakak lihat deh!, Adik makannya banyak. Kakak ikutan makan banyak, yuk!” Upayaku tak pernah berhenti. Aku tahu, besok ia pasti akan kalah dan  bersedia makan.  Aku mulai tahu penyebab ngambeknya sekarang.
Akhirnya, pagi itu datang.  
Risma menyipitkan matanya, ketika sinar mentari masuk dari jendela kamar, yang dibukakan oleh seorang pria. Aku berdiri tersenyum di samping pria tersebut.
Senyum lebar Risma muncul seketika. Bergegas ia turun dari tempat tidur. Boneka panda kesukaannya terlempar ke lantai, tak diperdulikan. Segera diberikannya pelukan terhangat yang ia miliki pada tubuh pria di sampingku.
Sembari tersenyum, kuletakkan sarapan di sisi tempat tidurnya. Ia melirik ke arah nampan makanan tersebut.
“Ayah, ayo makan yuk! Risma sudah menahan lapar tiga hari, karena menunggu  kepulangan Ayah,” kata Risma sambil menyerbu sarapan.
Tak tampak  wajah lesu dan sikap malas seperti yang dilakukannya beberapa hari kemarin. Putriku yang berusia 5 tahun itu ternyata terkena penyakit rindu.  Rindu pada sang Ayah yang harus bertugas keluar kota beberapa hari saja. 

***
ikut serta dalam lomba FF nya mpers batam. 
FF 247 kata *insyaAllah tidak salah hitung. 

Saturday, August 20, 2011

PENGUMUMAN PEMENANG LOMBA ULANG TAHUN CAMBAI KE EMPAT


Terus terang, dalam setiap kegiatan lomba menulis, hal yang paling tidak menyenangkan buatku adalah menentukan pemenang. Hiks…
Karena terkadang sulit sekali menentukan pemenang dari setiap tulisan yang bagus-bagus dan menarik di lomba ini.
Akhirnya, aku mencoba membuat batasan untuk diriku agar lebih “mudah” menentukan siapa yang menjadi favoritku. Kugunakan kata favorit, karena memang bukan pemenang atau yang terbaik yang menjadi pilihanku, namun tulisan yang paling aku sukailah yang aku beri hadiah. Semoga teman-teman berkenan atas hasil pilihanku ini.
Berikut proses yang aku lakukan :
1.      Semua naskah aku letakkan di word, tanpa nama penulis dan segala macam kalimat-kalimat tambahan yang ada di luar tulisan FF dan Flash True Story.
2.      Aku baca dua kali setiap naskah, lalu setiap naskah yang tak masuk favoritku, aku delete.
3.      Untuk FF, hingga kemarin, tinggal 6 FF yang membuatku pusing bukan main. Selain semuanya aku suka, juga karena semuanya memiliki ciri yang unik. Akhirnya kuputuskan untuk meneliti kosa kata dan jumlah kata. Apa boleh buat, aku kembalikan ke tema utama lomba dan jumlah kata. Ada satu yang lebih satu kata pun, aku terpaksa dengan berat hati mendeletenya. Tinggal tersisa 3 tulisan FF favoritku.
4.      Untuk Flast True Story atau Kisah Nyata, aku lebih pusing minta ampun. Hingga kemarin, ada 10 naskah FTS yang belum juga bisa kuputuskan siapa yang paling menjadi favoritku. Terpaksa komputer kumatikan. Meskipun kondisi fisik menurun, pagi tadi dan malam ini aku baca ulang  10 naskah tersebut. Aku cari yang paling berhikmah menurutku, yang menyentuh hatiku, hingga tak jarang membuatku spechless. Akhirnya aku putuskan 3 FTS favoritku.
Memang menjadi juri sebuah lomba, bukan pekerjaan yang nyaman ya. Tapi semua ini menjadi bagian latihan diriku juga untuk mengenal teman-teman kontak di Multiply ini. Betapa banyak teman-teman yang memiliki cerita dan daya bercerita yang menarik. Betapa aku begitu berkah dan harus banyak bersyukur memiliki teman-teman yang mau sharing cerita inspiratif kepadaku di hari ulang tahun Multiplyku.
Oh iya, rencananya sih aku mau umumkan pemenangnya tanggal 30 Agustus ya..hihi, Gak jadi deh. Aku ubah malam ini saja. InsyaAllah tanggal 22 Agustus, tepat di ulang tahun Mamaku yang ke 60, semua hadiahnya sudah bisa aku kirim.
Terima kasih untuk Teh Ary, Dian Batam dan Dilla yang sudah menyumbangkan hadiah buku. Mohon maaf karena mundurnya jadwal publikasi buku novel anakku, maka hadiah tersebut aku batalkan ya. Aku ganti dengan beberapa buku lain saja. InsyaAllah tetap bermanfaat.
Demikianlah pengumuman ini.. Ups.. lupa.. Nama Pemenang Favoritnya belum aku tulis ya…hehehe

Berikut Daftar Pemenang Favoritnya :

FLASH FICTION
1.      Pemenang Favorit Pertama, Judulnya FF : Bercerita Dalam Sunyi, milik Mbak Tin.
2.      Pemenang Favorit Kedua, Judulnya : Untuk Diajeng Tercinta, milik Fati
3.      Pemenang Favorit Ketiga, Judulnya Rasa Sesal, milik Boemi Sayekti.

FLASH TRUE STORY / KISAH NYATA
1.      Pemenang Favorit Pertama, Judulnya : Ditolak Masuk Kamar Operasi, milik Mbak Pritta
2.      Pemenang Favorit Kedua, Judulnya, Anyone?, milik Elly Lubis
3.      Pemenang Favorit Ketiga, Judulnya, Batal Pindah Kerja, Milik Upik Rita
Demikian hasil pengumumannya. Panitia lomba, yakni diriku sendiri, tidak menerima gugatan ataupun tuntutan dari para peserta, kecuali tuntutan minta diadain lomba lagi tahun depan ya. ^_^ 
Semoga berkenan atas hasil pilihanku ini. Kepada semua pemenang, diharapkan segera memberikan alamat dan nomor telepon ya via PM.  Hadiahnya berupa voucer belanja, buku dan souvenir khas sumatera selatan, akan kuupayakan untuk dikirim pada hari Senin besok. InsyaAllah. 

***
***

Bagi yang ingin membaca tulisannya daftar peserta, bisa dicek di sini

88
***

Thursday, August 18, 2011

[Buku Solo] Sensasi Buku Pertama Begitu Menggoda



Akhirnya...

Setelah setahun lalu mencanangkan diri untuk fokus menulis.
Setelah melewati fase puluhan antologi. 

Akhirnya...

Sensasi itu datang...
Sensasi memiliki buku solo untuk pertama kalinya. 

Selamat Datang Odie... 

*** 


Berikut Sinopsis Novelnya : 

Odie menemukan sebuah ransel biru milik Gaek Uduy. Ransel biru bisa membaca hati dan pikirannya sehingga ia tidak kesulitan jika sedang membutuhkan sesuatu. Odie bisa langsung mendapatkan benda yang ia butuhkan dari dalam ransel saat itu juga. Ternyata, ransel biru sudah menjadi incaran MathaElhang dari Negeri Layn. MathaElhang bersama Cullun, pengikut setianya, pun memantau keberadaan Odie dan Gaek Uduy di Bumi.

Perebutan yang sengit antara Odie dan MathaElhang untuk memiliki ransel biru pun terjadi. Siapa yang bisa mendapatkan ransel biru? Temukan jawabannya dalam Odie dan Rahasia Ransel Biru!

Harga Rp21.000,00



Monday, June 20, 2011

Sentuhan Dunia Maya Pada Duniaku




Pertama… Lewat Email

Aku ingat sekali, ketika bulan Februari 1998, selesai mengikuti Training of Trainee mengenai Hak Kekayaan Intelektual di Jakarta, aku pertama kali mengenal bagaimana kerja sebuah internet dikaitkan dengan dunia HKI tersebut. Aku juga pertama kali melirik sebuah website untuk belajar membuat email. Eudoramail.com. sebuah situs yang beberapa tahun lalu, diakuisis oleh Lycos.com.

Entah apa kabarnya email pertamaku itu. Sebuah email yang membuatku rajin mengirim email ke prof. Prof. William Fryer III - seorang Profesor dari Amerika Serikat - yang memberikan materi mengenai internet dan HKI serta secara sangat cerdas menjabarkan bagaimana sebuah email bekerja.

Aku sempat merasa sangat gaptek, namun berkeras untuk belajar. Meski belum memiliki fasilitas internet di rumah, aku tetap rajin main ke warnet. Tak jarang, aku mampir ke kantor Papaku, sekedar untuk menumpang belajar internet di kantornya.

Hingga akhirnya, aku memiliki beberapa email, dan mulai menularkan kebiasaan berinternet kepada mahasiswa-mahasiswaku.


Ke Dua, Menularkan Dunia Maya Pada Mahasiswa


Excitement atau rasa senang yang meluap karena mengenal system surat elektronik baru tersebut membuat aku berani berkenalan dengan banyak staf pengajar dari luar negeri. Dengan bermodal hanya satu tempat warnet di Palembang pada tahun 1998 tersebut yakni di Kantor Pos Pusat, aku rajin memantau email seminggu sekali.

Rasanya happy sekali mendapatkan kenyataan bahwa melalui email aku dapat berhubungan dengan banyak orang di dunia ini dalam waktu singkat. Kegiatan ini berlanjut pada chatting, surfing/gogglingserta mengikuti berbagai milis yang memiliki banyak infomasi.

Rasa happy dan excitement ini langsung kubagikan kepada mahasiswa-mahasiswaku. Semua mahasiswa kuwajibkan untuk memiliki email dan menyerahkan hasil tugasnya melalui email. Aku minta mereka latihan mencari data atau mensurfing data dari internet. Meskipun mereka menggerutu dan bisa dipastikan mengomel dibelakangku, tapi aku tidak perduli.

Tahun 1998 itu, belum banyak dosen di fakultas tempat aku mengajar yang bisa menggunakan internet. Semua mahasiswaku awalnya mengeluh mengenai biaya sewa internetnya. Sebagian lagi mengeluh mengenai langkah-langkah registrasi yang berbahasa Inggris.

Aku tidak perduli, bahkan aku bilang ke mereka, "Bagi yang merasa kurang mampu, boleh minta uangnya ke aku dan yang tidak mengerti bahasa Inggris, harus bawa kamus tiap ke warnet...Hehehe."

Saat itu telah kuniatkan bahwa mahasiswa yang mengikuti mata kuliah Hak Kekayaan Intelektual harus belajar internet dan lulus mata kuliah itu dengan kemampuan menggunakan email dan internet dengan baik.

Akupun senang sekali, mendapati kenyataan, meskipu di awal perkuliahan kebanyakan mahasiswa itu mengeluh, namun di akhir kuliah, semuanya berbalik. Karena, akhirnya semua mahasiswaku menikmati kegiatan tersebut. Bahkan sebagian dari mereka menyombongkan dirinya ke beberapa mahasiswa lain tentang serunya mata kuliahku dan internet tersebut.



Ke Tiga, Ketika Ngeblog Membuatku Menjadi Rajin menulis


Sekitar tahun 2004, adalah masa pertama kali aku berkenalan dengan dunia blog. Aku mencoba menjadi blogger di blogspot.com dan sekali-sekali menulis blog juga di friendster. Berada jauh dari kota kelahiranku –Palembang – dan menempuh tugas belajar di Jawa Timur, tepatnya di kota Malang, membuat aku mencari kegiatan yang positif. Banyaknya waktu luang ditambah banyaknya warnet bertebaran di kota Malang tersebut mempermudah diriku menggunakan fasilitas internet.

Hampir tiap 2-3 kali dalam seminggu aku pasti ngeblog. Namun minat untuk serius menulis di blog mulai aku jalani pada Mei 2007 ketika aku mengenal fasilitas jejaring sosial Multiply.com.

Aku berkenalan dengan banyak penulis senior. Hingga akhirnya aku memberanikan diri untuk mencoba ikut dalam audisi naskah antologi. Akhirnya, sejak tahun 2008, resmi aku menjadi seorang contributor. Karena sejak menjadi bagian dari kumpulan cerita mengenai suami istri dalam buku Persembahan Cinta yang disusun Pipiet Senja, aku mulai melirik dunia menulis secara serius.

Meski terkesan tidak produktif, karena tahun 2009, hanya ikut serta dalam kumpulan cerita para penikmat Long Distance Love yang disusun oleh Imazahra, namun aku membuat resolusi di akhir tahun 2009 tersebut. Bahwa mulai tahun 2010, aku akan serius belajar menulis.


Ke empat, Akhirnya Dunia Maya Membuatku Memilih Menjadi Penulis.



Pilhan yang aneh memang. Ketika karirku berjalan baik sebagai seorang dosen, justru kehadiran anak dan perkenalan dengan dunia maya, membuatku memilih untuk menjadi seorang penulis.

Kecintaanku pada dunia maya tidak melahirkan pengalaman jelek, aku malah menikmatinya dengan meyakini, bahwa melalui dunia maya aku bertemu para penulis senior yang rendah hati dan mau berbagi. Melalui dunia maya aku jatuh hati dengan dunia menulis. akhirnya melalui dunia maya, aku memilih untuk menjadi seorang penulis.

Tak ayal, sejak tahun 2010, aku menggila dengan begitu rajinnya mengikut berbagai audisi naskah antologi. Tidak sekedar belasan, namun puluhan audisi naskah aku ikutan. Tak hanya di bidang non fiksi, namun juga fiksi.

Begitu besarnya dunia maya ini mempengaruhi hidupku untuk bekerja keras belajar menjadi seorang penulis.

Semuanya tak sia-sia. Akupun menikmati, setiap kali buku antologi yang memuat tulisanku lahir. Hingga muncul sebuah resolusi baru di akhir tahun 2010. Bahwa, aku harus memiliki minimal sebuah buku solo.

Lagi-lagi komunitas di dunia maya, seperti Blogfam family serta Group Menulis di beberapa jejaring sosial, mengantarkanku menjadi salah seorang yang rajin mengikuti workshop. Wah, dari dunia maya hingga menjadi komunitas di dunia nyata. Aku belajar banyak dari komunitas di dunia maya ini. Semua itu tak sia-sia. Sungguh tidak sia-sia.


***

Jadi, aku pikir, jika memang kita pintar dan baik dalam memanage dunia maya sesuai keinginan kita, maka semuanya akan menghasilkan sesuatu yang positif. Siapa yang bisa mengira, dari hanya sekedar mengenal sebuah email dan blog, aku akhirnya menularkan semangat menggunakan internet serta ngeblog kepada mahasiswa dan keluargaku. Bahkan kini, semangat menulispun selalu aku tularkan kepada teman-teman di dunia maya.

Dunia maya, memang sebuah dunia yang tak fana, namun jika kita pintar menggunakannya, akan banyak hikmah kita raih bersamanya.



***